DECEMBER 9, 2022
Kolom

Catatan Denny JA: Mengapa Donald Trump Menang? Dan Apa Efeknya Buat Indonesia?

image
Sportyabc.com/kiriman

Di wilayah Swing States, kadang capres Demokrat yang menang, kadang capres Republik yang unggul.
Itu berbeda dengan negara bagian yang pemenangnya selalu capres Republik seperti Texas, atau negara bagian yang pemenangnya selalu capres Demokrat seperti New York.

Negara-negara bagian Swing States meliputi Pennsylvania, Michigan, dan Wisconsin.

Apa yang Trump lakukan untuk menang di Swing States? Trump memanfaatkan ketakutan sebagian penduduk terhadap imigran ilegal yang dianggap merusak peluang kerja dan keamanan mereka.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga Italia: Gantikan Bremer, Juventus Incar Milan Skriniar

Trump menggambarkan imigran ilegal sebagai “ancaman” terhadap integritas dan ekonomi nasional. Ini menarik simpati kelas pekerja dan mereka yang merasa hidupnya semakin terdesak.

Dengan retorika “America First,” Trump memperkuat pandangan bahwa hanya seorang pemimpin yang berkomitmen pada prioritas nasional yang mampu menjaga Amerika dari pengaruh luar.
Trump menyatakan ini tak bisa dilakukan oleh Joe Biden ataupun penerusnya, Kamala Harris.

Sentimen ini berhasil memengaruhi pemilih di swing states yang merasa terpinggirkan secara ekonomi dan ingin melihat kebijakan yang mendukung pekerja dalam negeri.

Baca Juga: Viral, Denny Caknan Muncul di Laga Derby Kota Barcelona

Melalui janji untuk memulihkan “kebanggaan Amerika” dan melindungi pekerjaan lokal, Trump juga mendapat dukungan kuat dari kalangan konservatif, nasionalis, dan pekerja kulit putih.

Mereka melihat Donald Trump sebagai pemimpin yang dapat menjaga nilai-nilai tradisional Amerika.

Trump juga mengusahakan agar kekalahannya di kalangan pemilih kulit berwarna—Afrika-Amerika, Hispanik, dan Asia—bisa diminimalisasi.

Baca Juga: Liga Champions: Luis Diaz Hattrick, Liverpool Pesta Gol atas Levekusen

Trump memilih banyak tokoh Hispanik, kulit hitam, Muslim, dan Asia untuk menjadi juru kampanyenya. Itu untuk mengesankan kepada segmen pemilih minoritas bahwa Trump pun memperjuangkan nasib mereka.

Halaman:
Sumber: kiriman Denny JA

Berita Terkait