Humaniora
Catatan Denny JA: Seniman yang Tak Kembali
- Penulis : Rhesa Ivan
- Senin, 07 Oktober 2024 16:16 WIB

Sportyabc.com/kiriman
SPORTYABC.COM - Setelah terlempar oleh prahara politik tahun 1960-an di negeri asing, Rahman menyadari bahwa hidupnya bukanlah tentang revolusi, melainkan tentang cinta yang dituangkan dalam lukisan dan puisi
-000-
Rahman duduk di kursi tua,
Baca Juga: Catatan Denny JA: Ayah, Semoga Abu Jasadmu Sampai ke Pantai Indonesia
dinaungi pohon yang menggenggam kenangannya.
Tubuhnya layu,
Baca Juga: Catatan Denny JA: Ibu, Kukirim Nyawaku Padamu, Sampaikah?
seperti daun yang enggan jatuh.
Matanya menatap langit pudar,
kanvas kelabu yang kehilangan warna.
Baca Juga: MPR RI Cabut TAP MPR Mengenai Pemberhentian Gus Dur, Nama Baiknya Pun Dipulihkan
Hari-harinya membeku,