DECEMBER 9, 2022
Humaniora

Catatan Denny JA: Seniman yang Tak Kembali

image
Sportyabc.com/kiriman

SPORTYABC.COM - Setelah terlempar oleh prahara politik tahun 1960-an di negeri asing, Rahman menyadari bahwa hidupnya bukanlah tentang revolusi, melainkan tentang cinta yang dituangkan dalam lukisan dan puisi

-000-

Rahman duduk di kursi tua,  

Baca Juga: Catatan Denny JA: Ayah, Semoga Abu Jasadmu Sampai ke Pantai Indonesia

dinaungi pohon yang menggenggam kenangannya.  

 

Tubuhnya layu,  

Baca Juga: Catatan Denny JA: Ibu, Kukirim Nyawaku Padamu, Sampaikah?

seperti daun yang enggan jatuh.  

Matanya menatap langit pudar,  

kanvas kelabu yang kehilangan warna.  

Baca Juga: MPR RI Cabut TAP MPR Mengenai Pemberhentian Gus Dur, Nama Baiknya Pun Dipulihkan

Hari-harinya membeku,  

Halaman:

Berita Terkait