Mengenal Tradisi Natal di Bali, Ngejot dan Penjor
- Penulis : Rhesa Ivan
- Kamis, 19 Desember 2024 15:37 WIB

SPORTYABC.COM – Perayaan Natal yang tinggal hitungan hari ini membuat umat Nasrani melakukan persiapan untuk menyambutnya tak terkecuali umat Nasrani di wilayah tengah Indonesia yaitu Bali.
Seperti yang kita ketahui bahwa Bali sangat kental dengan budaya dan agama hindu namun juga memiliki perayaan Natal yang unik, jadi jangan heran jika Bali disebut sebagai tempat dengan nilai toleransi agama yang cukup tinggi.
Umat Nasrani di kawasan Bali biasanya akan melakukan tradisi ngejot dan penjor jelang perayaan Natal. Tidak hanya umat Nasrani namun juga umat Muslim seringkali melakukan tradisi ini ketika Lebaran.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Perayaan Natal di Manado
Ngejot sendiri adalah tradisi saling membagikan makanan kepada sesama, pada umumnya makanan yang disiapkan untuk tradisi ngejot disesuaikan dengan agama masing masing
Untuk tradisi ngejot, masyarakat menata makanan seperti aneka lauk, kue dan buah buahan dalam wadah nampan yang kemudian diantarkan ke tetangga terdekat dari kediaman.
Jika umat Hindu yang melaksanakan ngejot, biasanya mengantarkan makanan urap, lawar, daging dan makanan khas Bali lainnya.
Baca Juga: Inilah Deretan Kue yang Tersaji di Perayaan Natal
Sementara umat Muslim yang melaksanakan ngejot ketika lebaran mengantarkan makanan kepada tetangga berupa ketupat dan opor ayam.
Nah untuk perayaan Natal, umat Nasarani biasanya mengantarkan makanan berupa ayam panggang dan kue manis atau babi kecap, telur dan sayur.
Tradisi ngejot ini memiliki pesan sebgai simbol kerukunan antar umat beragama ini masih sering dilakukan di daerah pedesaan.
Baca Juga: Tradisi Perayaan Natal di Ambon
Sementara itu, penjor yang terbuat dari bambu bambu tinggi melengkung dengan janur kuning yang dihiasi dengan sangat cantik, biasanya dipasang ketika perayaan Galungan.