Gempa Myanmar: Anjing Pelacak Polri Temukan Korban Meninggal Dunia
- Penulis : Rhesa Ivan
- Jumat, 04 April 2025 01:00 WIB

SPORTYABC.COM – Keberadaan Anjing pelacak milik tim kemanusiaan Indonesia yang tergabung dalam Tim K9 INASAR 1 membuahkan hasil bagi keberlangsungan pencarian korban gempa bumi Myanmar.
Tim K9 INASAR 1 berhasil menemukan korban gempa bumi Myanmar di lokasi perumahan warga di Naypyidaw.
Baca Juga: Gempa 7,7 M Guncang Myanmar Terasa di Bangkok hingga Tiongkok
Tim K9 INASAR 1 yang tergabung dalam Operasi Kemanusiaan Myanmar 2025 berhasil menemukan satu korban gempa bumi dalam pencarian yang dilakukan pada Rabu 2 April 2025.
Operasi pencarian korban gempa bumi tersebut dilaksanakan di dua lokasi perumahan warga di Naypiydaw tersebut melibatkan empat personel Polri dan dua anjing pelacak K9.
Dalam pencarian korban gempa bumi, lokasi pertama yang dituju tim adalah Site 1. Ketika anjing pelacak K9 Walet berhasil menemukan satu titik sumber bau yang diduga berasal dari korban.
Baca Juga: Gempa Myanmar: Korban Tewas Melonjak, Junta Militer Minta Bantuan Internasional
"Setelah K9 Walet menemukan titik bau di Site I, kami segera melakukan eksekusi dan berhasil menemukan satu korban perempuan yang sudah meninggal dunia," kata K9 Officer Iptu Erasmus dikutip dari Antara
Tim K9 INASAR 1 kemudian melanjutkan pencarian ke lokasi kedua, Site II sekitar pukul 14.00 waktu setempat dimana K9 Walet kembali menunjukkan hasil dengan menemukan titik bau yang diduga berasal dari korban lain.
"Kami langsung menginformasikan temuan ini kepada tim penyelamat INASAR untuk segera melakukan evakuasi di lokasi tersebut," kata dia.
Baca Juga: Gempa Myanmar: Sejumlah Negara Siap Bantu Dua Negara ASEAN yang Terdampak Gempa 7.7 Magnitudo
Tim K9 INASAR 1 sendiri terdiri dari empat personel Polri yaitu Iptu Erasmus sebagai K9 Officer, Aipda M Sahid dan Bripka Hasan Musa sebagai handler K9 serta Aipda Triyo Arbi sebagai veterinarian K9.
Terdapat dua anjing pelacak yang turut serta dalam pencarian korban gempa Myanmar ini itu K9 Gizi dan K9 Walet.
Anjing pelacak Polri dilatih secara khusus untuk mendeteksi berbagai jenis bebauan, mulai dari narkotika, bahan peledak hingga jejak manusia.
Baca Juga: Myanmar Umumkan Hari Berkabung Nasional selama 7 Hari Usai Gempa Dahsyat
Kemampuan penciuman dari anjing pelacak ini jauh lebih tajam daripada manusia yang membuat mereka sangat efektif dalam menemukan barang bukti atau korban dalam situasi sulit.
Anjing yang digunakan dalam unit K9 Polri berasal dari lintas ras seperti Belgian Malinois yang dikenal dengan kecerdasan dan kemampuan penciuman yang sangat tajam.
Jumlah korban tewas akibat gempa bumi Myanmar meningkat hingga lebih dari 3.000 orang. Angka ini diumumkan oleh junta militer Myanmar pada Kamis 3 April 2025 atau enam hari usai negara tersebut diguncang gempa magnitude 7.7.
Baca Juga: Gempa Myanmar: Indonesia Kirim Tim Satgas Kemanusiaan, Bantu Korban Gempa Selama 1 Bulan
Pernyataan dari juru bicara junta mengatakan bahwa 3.085 kematian telah dikonfirmasi, dengan 341 orang masih hilang dan 4.715 orang terluka. ***