Respon atas Esai Denny JA, Qurban dalam Ritual Idul Adha sebagai Simbol Solidaritas Sosial
- Penulis : Rhesa Ivan
- Selasa, 06 Agustus 2024 09:09 WIB

Mere dan Suku Badui adalah penggembala nomaden yang mengandalkan kawanan kambing, domba, dan unta untuk mendapatkan daging, susu, keju, darah, bulu/wol, dan makanan lainnya.
Dengan kata lain, hewan terutama domba dan unta merupakan makanan masyarakat Arab pada umumnya.
Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai penggembala kambing saat kecil. Beliau menjadi salah satu nabi yang memiliki kambing dan merawatnya bersama Halimah, ibu susuannya.
Kendaraan beliau adalah unta. Saat berkesempatan mengunjungi daerah Hudaibiyah, saya menjumpai tempat penjualan hewan unta dan kambing. Maka pemberian kebaikan untuk masyarakat dalam bentuk daging kambing atau unta adalah sangat relevan.
Baca Juga: Denny JA Sebut Kreator yang Memakai Bantuan AI Untuk Karya Seni Akan Kian Dominan dan Bertahan
Hari ini dunia telah berkembang dan berubah termasuk di wilayah Arab. Menu makanan yang merupakan kebutuhan pokok telah berkembang menjadi beraneka rupa. Di Indonesia, menu makanan yang populer, digemari dan kebiasaan masyarakat di banyak tempat adalah daging hewan ayam dan ikan, di samping kambing dan sapi.
Maka dalam konteks Indonesia, menyembelih ayam atau memberikan ikan, sebagai alternatif pengganti kurban kepada orang-orang miskin atau yang perlu dibantu adalah sangat bermanfaat.
Persoalan ini dalam pandangan saya merupakan persoalan budaya, bukan persoalan agama yang disebut sebagai "ta'abbudi", ibadah ritual murni.
Baca Juga: ORASI DENNY JA: Katakan dengan Lukisan
Kita dapat menganalogikan kasus ini dengan kasus zakat fitrah. Nabi memerintah umat Islam membayar zakat fitrah dengan "sya'ir," gandum, atau "tamr," kurma, atau makanan lain yang menjadi tradisi di tempat dan saat itu.
Ini berbeda dengan di Indonesia atau di tempat lain dan di zaman yang lain. Dalam konteks Indonesia, makanan pokok adalah padi/beras. Dan zakat fitrah yang dibayarkan kaum muslimin adalah beras atau jagung.
Perkembangan lebih lanjut bahkan memperlihatkan kepada kita pembayaran zakat bisa dengan uang kertas, rupiah. Memberikan uang untuk kebutuhan rumah tangga sangat bermanfaat.
Keniscayaan Perubahan Hukum
Baca Juga: ORASI DENNY JA: Di Balik Paus Mencuci Kaki Rakyat Indonesia dan Kisah Ketidakadilan
Perubahan hukum adalah keniscayaan sejarah. Sebuah kaidah hukum menyatakan: