Apa Itu Kanker Pankreas yang Menyebabkan Sven Goran Eriksson Meninggal Dunia ? berikut penjelasannya
- Penulis : Rhesa Ivan
- Selasa, 27 Agustus 2024 16:16 WIB

SPORTYABC.COM - Dunia olahraga khususnya dalam cabang sepak bola Kembali berduka mantan pelatih Lazio Manchester City dan Timnas Inggris Sven Goran Eriksson tutup usia pada senin 26 Agustus tahun 2024.
Sven Goran Eriksson menghembuskan napas terakhirnya pada usia 76 tahun, beliau berpulang setelah berjuang melawan kanker pankreas.
Beberapa hari sebelumnya Sven Goran Eriksson empat mengucapkan salam perpisahan kepada dunia sepak bola,
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Persija Jakarta Akhiri Kerja Sama dengan Cahya Supriadi
Dirinya meminta agar dunia sepak bola tidak berlarut-larut dalam kesedihan serta merayakan kehidupan dengan berbagai prestasinya.
“Saya berharap kalian mengingat saya sebagai sosok yang positif yang memberikan segalanya setiap kesempatan jangan bersedih tapi Tersenyumlah Terima kasih atas semuanya kepada seluruh pelati pemain dan suporter hidup saya benar-benar luar biasa jaga diri kalian dan maksimalkan setiap kesempatan dalam hidup. Selamat tinggal” Ucap Eriksson sebagaimana dilansir dari Amazon Prime.
Sebenarnya apa sih kanker pankreas serta apa penyebabnya?
Baca Juga: Peran SATUPENA di Bawah Kepemimpinan Denny JA Dalam Memperjuangkan Kepentingan Penulis di Era AI
Kanker pankreas adalah jenis kanker yang berasal dari sel-sel pankreas, organ yang terletak dibagian atas perut dan memiliki dua fungsi utama, yaitu pencernaan dan gula darah.
Lalu apa yang menjadi penyebab kanker pankreas itu belum sepenuhnya dipahami, tetapi beberapa faktor resiko kanker pankreas terjadi ketika sel sel dalam pankreas mengalami mutasi DNA.
Mutasi ini menyebabkan sel tumbuh menjadi tidak terkendali dan terus hidup, setelah sel normal mati, sel yang hidup akan masih bisa membentuk sel tumor. Jika tumor tadi tidak diobati tumor akan menyebar ke organ dan pembuluh darah terdekat.
Baca Juga: ORASI DENNY JA: Kisah Cinta Tanah Air di Dalam Film Eksil
Kanker pankreas dapat melibatkan perubahan genetik atau lingkungan yang dapat memicu pertumbuhan sel-sel kanker.