DECEMBER 9, 2022
Kolom

Catatan Denny JA: Mencari Akar Keluarga di Kebumen

image
Sportyabc.com/kiriman

“Kau orang Jawa, Nak.
Tanah leluhurmu itu Indonesia.
Suatu hari kau harus ke sana.  
Menjenguk makam  Kakek dan Nenek.

Di dinding, peta Indonesia tetap tergantung.  
Waktu membuat peta  memudar.

Sartono mati.
Pubarto tepati janji.
Sampailah ia di Kebumen.

Baca Juga: Denny JA: SATUPENA Merayakan Kemerdekaan Indonesia dengan Menulis Buku Bersama 40 Penulis dari Sumatra Sampai Papua

Di hadapan makam Kakek dan Nenek,
di bawah pohon kelapa yang rindang,
Pubarto duduk,
menyentuh makam,
memandangnya.

“Kakek, Nenek,
Kubawa dua cincin Ayah.
Sesuai wasiat,
Ayah ingin cincin ini,
dipendam di makam Kakek dan Nenek.

Sebagai tanda.
Cinta Ayah pada Kakek,
pada Nenek,
dan pada tanah Kebumen,
tak pernah pudar.”

Baca Juga: Satrio Arismunandar dalam Diskusi SATUPENA Sebut Filologi Punya Arti Penting Bagi Profesi Penulis Terkait Evolusi Bahasa

Angin berhembus lembut,  
membawa senyuman Kakek,
menyampaikan air mata Nenek,
untuk Cucu, yang tak pernah dikenalnya, 
untuk Anaknya, Sartono, yang tak pernah kembali.

Jakarta, 16 September 2024***
CATATAN
1. Kisah ini diinspirasi dan ditambahkan fiksi dari kehidupan nyata mahasiswa Indonesia, Sartoyo, yang terputus dengan tanah air akibat pergantian rezim pada tahun 1966.

Halaman:
Sumber: kiriman Denny JA

Berita Terkait