Catatan Denny JA: Hukum Kelima Hidup Bermakna, Spiritualitas dan Wellness
- Penulis : Rhesa Ivan
- Minggu, 27 Oktober 2024 15:15 WIB

Dengan menggabungkan prinsip spiritualitas dan non-kekerasan, Gandhi memimpin India menuju kemerdekaan. Bagi Gandhi, spiritualitas bukan hanya kedamaian batin, tetapi sebuah kekuatan yang mampu mengubah dunia.
Dari Gandhi, kita belajar bahwa kedamaian batin yang lahir dari spiritualitas bisa menciptakan perubahan nyata. Kedamaian itu bukan sekadar untuk diri sendiri, tetapi bagi dunia di sekeliling kita.
Spiritualitas dalam Agama dan Filsafat: Jejaknya dalam Peradaban Manusia
Baca Juga: Liga Inggris: Kalahkan Crystal Palace, Liverpool Makin Nyaman di Puncak
Spiritualitas telah menjadi pusat ajaran agama dan filsafat selama ribuan tahun. Dalam Islam, ihsan—berbuat baik seolah-olah melihat Tuhan—adalah puncak dari spiritualitas.
Dalam agama Kristen, kasih dan pengampunan yang diajarkan oleh Yesus adalah bentuk tertinggi spiritualitas.
Buddhisme menekankan pencerahan melalui meditasi, sementara stoikisme mengajarkan penerimaan terhadap takdir sebagai kunci kedamaian batin.
Baca Juga: Inilah Alasan Joko Widodo Berhentikan Budi Gunawan
Ajaran-ajaran ini menyatukan spiritualitas dan wellness, menciptakan jalan hidup yang lebih bermakna. Ketika kita merangkul kedamaian batin, tubuh dan pikiran kita menyusul dalam harmoni.
Spiritualitas, pada akhirnya, bukanlah perjalanan terpisah; ia adalah keseimbangan yang membawa kita pada kehidupan yang utuh.
Menyatu dengan Dunia dan Diri Sendiri
Baca Juga: Inilah Kata LSI Denny JA Mengenai Popularitas Prabowo Subianto
Seperti akar pohon yang merambat dalam, spiritualitas menanamkan kedamaian di hati, memberi fondasi kuat dalam menghadapi hidup.