Catatan Denny JA: Neuroscience, Samudra Spiritualitas Berakar di Saraf Manusia
- Penulis : Rhesa Ivan
- Sabtu, 09 November 2024 19:36 WIB

Salah satu contohnya adalah bagaimana meditasi mindfulness meningkatkan aktivitas di area otak yang berhubungan dengan pengaturan emosi dan kebahagiaan.
Davidson berkolaborasi dengan praktisi spiritual dari berbagai tradisi, termasuk Buddhisme, untuk meneliti efek meditasi pada otak manusia.
Studi-studinya menunjukkan bahwa meditasi secara harfiah dapat mengukir ulang jalur-jalur saraf, meningkatkan ketenangan batin, dan memperkuat kontrol emosi.
Bagi Davidson, spiritualitas bukan hanya soal kepercayaan, tetapi juga cara yang ilmiah untuk mencapai kesehatan mental yang optimal.
Spiritualitas dalam Tradisi Agama dan Filsafat
Di berbagai tradisi agama, spiritualitas selalu menjadi inti dari ajaran yang mendalam.
Baca Juga: Orasi Denny JA: Catatan Perjalanan dari Wina, Cahaya Musik Klasik
Dalam Islam, tasawuf mengajarkan penyatuan dengan Tuhan melalui zikir dan penyerahan diri. Kini neuroscience membuktikan bahwa praktik tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan mental.
Dalam Kekristenan, doa bukan hanya sarana komunikasi dengan Tuhan, tetapi juga cara untuk menenangkan diri. Kini penelitian ilmiah menunjukkan manfaat doa terhadap stres, melalui analisis kerja otak.
Dalam Buddhisme, meditasi telah lama diakui sebagai jalan menuju kedamaian batin. Neuroscience kini membuktikan bahwa meditasi secara signifikan meningkatkan fungsi otak, meningkatkan fokus, dan mengurangi stres.
Baca Juga: Orasi Denny JA: Catatan dari Wina, Membuat Kota yang Paling Nyaman Dihuni
Hindu menekankan yoga, bukan hanya sebagai latihan fisik, tetapi juga sebagai praktik spiritual yang mendalam. Kini riset menunjukkan manfaat neurologis dari yoga dalam meredakan kecemasan dan depresi.