Kurangi Polusi Udara, Thailand Gratiskan Transportasi Publik
- Penulis : Rhesa Ivan
- Selasa, 28 Januari 2025 15:15 WIB

Pada Kamis 23 Januari 2025, lebih dari 250 sekolah di Bangkok, Thailand ditutup dikarenakan terdampak polusi udara.
Para pejabat juga mengimbau masyarakat untuk bekerja dari rumah dan membatasi penggunaan kendaraan di pusat kota tersebut.
Sebagai informasi, polusi udara di Thailand terjadi secara musiman. Namun, pada Jumat 24 Januari 2025, tingkat polutan PM 2,5 (mikropartikel penyebab kanker yang cukup kecil untuk masuk ke aliran darah melalui paru-paru) di negara itu mencapai 108 mikrogram per meter kubik menurut IQAir.
Baca Juga: AFF Futsal 2024: Kalahkan Australia, Thailand Juara Tiga
Dengan angka tersebut menjadikan Bangkok, sebagai kota besar paling tercemar ketujuh di dunia saat ini.
Hingga jumat pagi, setidaknya 352 dari 437 sekolah di bawah Otoritas Metropolitan Bangkok telah ditutup sehingga berdampak pada ribuan siswa yang bersekolah di sana.,
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Anutin Charnvirakul telah memerintahkan larangan pembakaran jerami.
Baca Juga: ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024: Thailand Pesta Gol Lawan Timor Leste
Polusi udara telah menjadi masalah selama bertahun tahuan di Thailand, dimana pembakaran hutan dan limbah pertanian menjadi faktor utamanya, namun beberapa tahun terakhir, Bangkok juga mengalami periode panjang dengan tingkat polusi yang cukup tinggi, terutama selama berbulan bulan yang lebih dingin.
Polusi udara di Thailand tersebut mengandung partikel mikroskopis yang dapat menembus jauh ke dalam paru paru yang kemudian bergerak lebih jauh ke dalam tubuhnya.
Hal ini dapat menyebabkan masalah bronkial jangka pendek hingga masalah kesehatan serius dalam jangka panjang.
Baca Juga: ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024: Kalahkan Kamboja, Thailand Tatap Semifinal dengan Nilai Sempurna
Selain emisi dari mobil faktor lain yang menjadi penyebab masalah polusi udara di Thailand adalah debu dari lokasi pembangunan.