DECEMBER 9, 2022
Kesehatan dan Kuliner

Kurangi Polusi Udara, Thailand Gratiskan Transportasi Publik

image
Ilustrasi kemacetan di Bangkok, Thailand (ASEANNow.com)

 

SPORTYABC.COM – Untuk mengurangi polusi udara di Bangkok yang terkenal dengan kemacetannya, Pemerintah Thailand umumkan akan menggratiskan transportasi publik.

menggratiskan transportasi publiki terungkap oleh Menteri Transpotasi Suriya Juangroongruangkit sebagaimana dilansir dari Channel News Asia. 

Baca Juga: AFF Futsal 2024: Kalahkan Australia, Thailand Juara Tiga

Suriya Juangroongruangkit mengatakan, transportasi umum, seperti layanan skytrain, metro, sistem kereta ringan, dan bus di Bangkok bakal digratiskan selama seminggu terhitung sejak Sabtu 25 Januari 2025.

"Kami berharap kebijakan ini akan membantu mengurangi polusi," kata dia. 
Alasan menggratiskan transportasi publik usai tingginya asap knalpot berbahaya yang meningkatkan polusi udara di Kota Bangkok.

Pihak otoritas berwenang Thailand berharap, langkah tersebut dapat mengurang beredarnya mobil di jalan sehingga mengurangi salah satu faktor utama yang mendorong terjadinya polusi udara.

Baca Juga: ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024: Thailand Pesta Gol Lawan Timor Leste

Selain menggratiskan transportasi umum, pihak berwenang Thailand juga terpaksa menutup 350 sekolah pada Jumat 24 Januari 2025.

Seorang penjual minuman, Benjawan Suknae (61) mengaku polusi udara di Thailand membuatnya sulit bernapas.

"Sulit untuk bernapas. Saya benar-benar merasakan panas di tenggorokan," kata dia, 

Baca Juga: ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024: Kalahkan Kamboja, Thailand Tatap Semifinal dengan Nilai Sempurna

Masih dari Channel News Asia, Benjawan Sukane sepakat Pemerintah Thailand yang menutup sekitar 350 sekola di 31 distrik imbas polusi udara.

Pada Kamis 23 Januari 2025, lebih dari 250 sekolah di Bangkok, Thailand ditutup dikarenakan terdampak polusi udara.

Para pejabat juga mengimbau masyarakat untuk bekerja dari rumah dan membatasi penggunaan kendaraan di pusat kota tersebut.

Baca Juga: ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024: Imbangi Malaysia, Singapura Dampingi Thailand ke Semifinal

Sebagai informasi, polusi udara di Thailand terjadi secara musiman. Namun, pada Jumat 24 Januari 2025, tingkat polutan PM 2,5 (mikropartikel penyebab kanker yang cukup kecil untuk masuk ke aliran darah melalui paru-paru) di negara itu mencapai 108 mikrogram per meter kubik menurut IQAir. 

Dengan angka tersebut menjadikan Bangkok, sebagai kota besar paling tercemar ketujuh di dunia saat ini.

Hingga jumat pagi, setidaknya 352 dari 437 sekolah di bawah Otoritas Metropolitan Bangkok telah ditutup sehingga berdampak pada ribuan siswa yang bersekolah di sana.,

Baca Juga: ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024: Filipina Pecundangi Thailand

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Anutin Charnvirakul telah memerintahkan larangan pembakaran jerami.

Polusi udara telah menjadi masalah selama bertahun tahuan di Thailand, dimana pembakaran hutan dan limbah pertanian menjadi faktor utamanya, namun beberapa tahun terakhir, Bangkok juga mengalami periode panjang dengan tingkat polusi yang cukup tinggi, terutama selama berbulan bulan yang lebih dingin.

Polusi udara di Thailand tersebut mengandung partikel mikroskopis yang dapat menembus jauh ke dalam paru paru yang kemudian bergerak lebih jauh ke dalam tubuhnya.

Baca Juga: ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024: Malam ini, Partai Hidup Mati Thailand Lawan Filipina

Hal ini dapat menyebabkan masalah bronkial jangka pendek hingga masalah kesehatan serius dalam jangka panjang.

Selain emisi dari mobil faktor lain yang menjadi penyebab masalah polusi udara di Thailand adalah debu dari lokasi pembangunan.

Sementara itu data dari The Independent, Thailand mengalami peningkatan polusi udara setiap tahunnya karena udara musim dingin yang bercampur dengan asap hasil pembakaran debu, mobil, asap pabrik dan wilayah dengan polusi paling parah di Thailand adalah Bangkok. ***
 

Halaman:

Berita Terkait