DECEMBER 9, 2022
Buku

Malam Ini, SATUPENA Gelar Diskusi Epistemologi Sastra, Adakah Kritik Sastra Baru, Bersama ReO Fiksiwan

image
Sportyabc.com/kiriman

 

SPORTYABC.COM - Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA akan mendiskusikan topik “Epistemologi Sastra: Adakah Kritik Sastra Baru?” dengan narasumber sastrawan dan penulis buku Reiner atau ReO Fiksiwan.

Obrolan Hatipena #160 tentang epistemologi sastra itu akan berlangsung di Jakarta, Kamis malam, 27 Februari 2025, pukul 19.00-21.00 WIB. 

Baca Juga: Ramadan 2025: Pemerintah Tetapkan 27 Februari – 5 Maret 2025 Siswa Belajar di Rumah

Diskusi tentang epistemologi sastra itu akan dipandu oleh Anick HT dan Amelia Fitriani.

Panitia diskusi menyatakan, Reiner atau ReO Fiksiwan ingin melihat puisi esai lebih dalam, memakai teori kesusastraan yang diajarkan di kampus. 

Sehingga pisau bedah yang dipakainya benar-benar bisa digunakan untuk melihat jeroan dan bentuk puisi esai lebih dalam.

Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026: AFC Rilis Jadwal Kick Off Timnas Indonesia Lawan Australia dan Bahrain

Semua ulasan mendalam itu dituangkannya dalam buku “Epistemologi Sastra” dengan judul kecil “Pendekatan Kritik Sastra Baru atas Teks-Teks Puisi Esai Denny JA.”  

Yang ingin dikatakan penulis buku ReO Fiksiwan adalah keterkaitan realitas sosial dengan karya fiksi.

Lebih spesifik sebenarnya ReO Fiksiwan ingin menguraikan –melalui buku ini– karya sastra sebagai literasi pengetahuan yang sangat komplit dan kompleks untuk menguak tabir tabiat, hayat, dan karsa manusia dalam sejarah kebudayaan dan peradaban.

Baca Juga: GKI Camar Kota Bekasi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Warga Desa Jlarem Boyolali

Singkatnya epistemologi itu adalah studi tentang bagaimana sastra berfungsi sebagai sumber pengetahuan bagi manusia. Jadi ReO Fiksiwan

wan ingin mempertemukan sastra dan ilmu sastra dengan pendekatan filsafat pengetahuan.

Di mata ReO Fiksiwan, sastra bukan sekadar medium seni untuk berkreasi. Tetapi juga sebagai dokumen sosial yang menghidupkan nilai-nilai, pengalaman, dan pandangan masyarakat. 

Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026: Bukan Wasit Timur Tengah, Gulmurod Sadullo Pimpin Laga Timnas Indonesia Melawan Bahrain

Hal inilah yang tampak oleh ReO Fiksiwan pada puisi esai yang ditulis oleh Denny JA. Dan, hal itu dibuktikannya pada puisi esai yang ada pada buku “Atas Nama Cinta” karya Denny JA.

Bagaimana relasi literasi sastra dan disiplin pengetahuan lain? ReO Fiksiwan mencontohkan begini: Pemerintah Amerika mengirim 150.000 eksemplar novel “The Great Gatsby” karya F. Scott Fitzgerald (1896-1940) untuk dibaca tentara Amerika dalam perjalanan menuju Perang Dunia ke-2.

Acara diskusi ini bisa diikuti di link zoom: https://s.id/hatipena160. Selain itu, lewat Facebook Channel: Perkumpulan Penulis Indonesia – Satupena. Disediakan sertifikat bagi yang membutuhkan.***

Halaman:
Sumber: Kiriman SATUPENA

Berita Terkait