DECEMBER 9, 2022
Kesehatan dan Kuliner

Ketupat, Identik dengan Lebaran yang Ternyata Singkatan

image
Ilustrasi ketupat (Sportyabc.com/Lorcasz)

 

SPORTYABC.COM – Ketupat, siapa yang tidak kenal dengan sosok makanan ini yang sering disantap bersama opor ayam, sambal goreng, sayur labu dan lauk lainnya yang menjadi hidangan khas Idul FItri

Ketupat sendiri terdiri dari beras yang dibungkus dengan ayaman janur kuning, namun ketupat tersebut memiliki arti dan makna yang mendalam terkait perayaan hari raya Idul Fitri di Indonesia.

Baca Juga: Awas Sanksi Denda Mengintai, Jika Saldo Habis, Jangan Gunakan Kartu e-Toll Pengemudi Lain

Lalu apa arti ketupat yang menjadi makanan dan identic dengan Idul Fitri ?

Menurut Guru Besar Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta, Prof Marwanti sebagaimana dilansir dan dikutip dari Kompas.com pada 21 April 2023 mengatakan bahwa ketupat sangat erat kaitannya dengan tradisi perayaan hari raya Idul Fitri. Menurut Prof Marwanti, ketupat melambangkan permintaan maaf dan berkah

"Ketupat atau kupat kepanjangan dari 'ngaku lepat'. Maksudnya, seseorang harus meminta maaf jika mereka melakukan kesalahan," terangnya

Baca Juga: Inilah Syarat Mendapatkan Diskon Tarif Tol 20 Persen Selama Mudik Lebaran 2025

Porf Marwanti juga mengatakan bahwa arti ketupat sesuai dengan tradisi saling meminta maaf di Indonesia ketika Idul Fitri

Tidak hanya sebagai bentuk permintaan maaf, ketupat juga digunakan sebagai simbol pengakuan kepada Tuhan dan manusia.

"Selain 'ngaku lepat' (ketupat) juga diartikan sebagai 'laku papat'," lanjut dia.

Baca Juga: Inilah Solusi Atasi Saldo E-Toll yang Habis Ketika Mudik

Laku papat terdiri dari empat perbuatan, yaitu "lebaran", "luberan", "leburan", dan "laburan" yang berarti:

Lebaran memiliki arti pintu permintaan maaf telah terbuka lebar serta diartikan bulan puasa telah selesai dilaksanakan.

Luberan itu sendiri memiliki arti melimpah, yang berisi pesan untuk membagikan asset seseorang melalui amal perbuatan.

Baca Juga: Inilah Jadwal One Way dan Contraflow Tol Trans Jawa Pada Mudik Lebaran 2025

Sementara Leburan memiliki artik saling memaafkan atas segala kesalahan sebagai manusia, sebab setiap manusia dituntut untuk saling memaafkan.

Dan yang terakhir adalah Laburan yang berarti orang suci yang bebas dari dosa manusia.

Prof Marwanti juga menambahkan bahwa ketupat terbuat dari nasi yang dibungkus daun kelapa muda atau kita kenal sebagai janur.

Baca Juga: Catat! Inilah Nomor Penting Selama Anda Mudik Lebaran 2025

Menurut Prof Marwanti, cara pembuatan ketupat juga memiliki arti khusu, karena nasi dianggap sebagai lambang nafsu.

Sementara daun kelapa muda disebut janur yang berasal dari singkat Jatining nur yang berarti Cahaya sejati.
Dalam bahasa jawa, singkatan jatining nur dapat diartikan sebagai hati nurani.,

"Ketupat digambarkan sebagai lambang nafsu dan hati nurani. Ini bermakna manusia harus bisa menahan nafsu dunia dengan hati nuraninya,"kata Marwanti.

Baca Juga: Mudik Lebaran 2025: Contraflow, One Way dan Ganjil Genap Berlaku Hari Ini

Prof Marwanti juga menambahkan bahwa ketupat sejatinya bukan hanya makanan khas lebaran yang terdapat di Indonesia namun sudah mencapai mancanegara seperti Brunei, Malaysia hingga Singapura.

Ketupat ada di berbagai negara Asia berkat penyebaran agama Islam yang membawa tradisi menyajikan ketupat selama hari raya Idul Fitri ke negara-negara tetangga. 

Sebagaimana diberitakan Kompas.com edisi 2 Mei 2021, bahwa ketupat menjadi simbol hari raya umat Muslim dimulai pada masa Kerajaan Demak kala diperintah oleh Raden Patah pada abad ke 15 Masehi.

Ketika itu, para walisongo membawa Islam masuk ke wilayah pedalaman melalui pendekatan agraris dan budaya lokal.

Sunan Kalijaga menggunakan ketupat yang memadukan baudaya Jawa dan HIindu sebagai media syiar Islam di pesisir utara Jawa di abad 15 dan 16.

Dengan melihat sejarah tersebut membuat ketupat identic dengan budaya Islam,  sejatinya diyakini ketupat sudah ada sejak jaman Hindu Budha di Nusantara, karena catatan sejarah terkait beras dibungkus dauh pada masa pra Islam.

Pada masa Hindu Budha ketupat digunakan dalam upacara adat pemujaan terhadap Dewi Sri selaku dewi pertanian dan kesuburan di Kerajaan Majapahit dan Padjadjaran.

Hingga saaat ini, upacara atau tradisi memakai media ketupat masih ada pada acara Sekaten atau Grebeg Mulud di Jawa serta beberapa upacara adat di Bali.

Selain itu ada tradisi perang ketupat di Bangka setiap 1 Muhamaram serta perang ketupat di Badung, Bali yang digelar dengan tujuan mendapatkan berkah dan keselamatan. ***
 

Halaman:

Berita Terkait