DECEMBER 9, 2022
Internasional

Inilah Isi Lengkap Wasiat Paus Fransiskus Sebelum Meninggal

image
Senyuman Paus Fransiskus kala memasuki pesawat yang akan membawanya kunjungan ke Indonesia dan tiga negara lainnya pada 3 hingga 13 September 2024 (Vaticannewa.va)

 

SPORTYABC.COM – Pemimpin umat Katolik, Paus Fransiskus meninggal di usia 88 tahun pada Senin 21 April 2025 pagi waktu Vatikan, Italia.

Paus Fransiskus yang berasal dari Argentina ini memiliki nama asli Jorge Mario Begoglio ini meninggal usai kesehatannya terus menurun dalam beberapa bulan terakhir hingga sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Baca Juga: Paus Fransiskus Kecam Ketidakmampuan Dunia untuk Hentikan Perang Gaza

Bila melihat sertifikat kematian yang dirilis oleh Vatikan pada Senin malam waktu setempat, Paus Fransiskus meninggal dunia akibat serangan stroke.

Sebagaimana dilansir dari AFP, storke yang menyerang secara tiba tiba membuat Paus Fransiskus mengalami kondisi koma hingga gagal jantung yang tidak dapat dipulihkan.

Berikut ini isi surat wasiat Paus Fransiskus yang ditulis pada Juni 2022 yang dirilis pada laman resmi Vatikan pada Senin 21 April 2025 malam waktu setempat.

Baca Juga: Kondisi Paus Fransiskus Membaik, Tak Perlu Pakai Masker Oksigen

Dalam Nama Tritunggal Mahakudus. Amin

Ketika aku merasakan senja kehidupan duniawiku semakin mendekat, dan dengan harapan teguh akan kehidupan kekal, aku ingin menyampaikan wasiat terakhirku--khususnya mengenai tempat peristirahatan terakhirku.

Sepanjang hidupku, dan selama pelayananku sebagai imam dan uskup, aku selalu menyerahkan diriku kepada Bunda Tuhan kita, Santa Perawan Maria yang Terberkati. Karena itu, aku memohon agar jenazahku beristirahat--sambil menanti Hari Kebangkitan--di Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore.

Baca Juga: Paus Fransiskus Doakan Myanmar, Thailand dan Korea Selatan

Aku ingin perjalanan akhirku di dunia ini berakhir di tempat suci Maria yang kuno ini, tempat di mana aku selalu berhenti untuk berdoa setiap kali memulai dan mengakhiri Perjalanan Apostolik, dengan penuh keyakinan menyerahkan niat-niatku kepada Bunda Tak Bernoda, dan mengucap syukur atas kasih sayangnya yang lembut dan keibuannya yang penuh perhatian.

Halaman:

Berita Terkait