DECEMBER 9, 2022
Olahraga

Sekjen SATUPENA Satrio Arismunandar: AI Masih Sulit Pahami Konteks dan Emosi dalam Mengubah Puisi menjadi Lagu

image
Satrio Arismunandar (Kiriman)

“Sedangkan, koherensi antarmodal berarti memastikan bahwa semua elemen --lirik, melodi, aransemen-- bekerja sama secara koheren dan mendukung satu sama lain untuk menciptakan pengalaman musikal yang utuh,” tambah Satrio.

Satrio menjelaskan, setidaknya ada empat teknologi yang terlibat dalam mengubah puisi menjadi lagu.

Pertama, Natural Language Processing (NLP), untuk memahami dan menganalisis teks puisi.

Baca Juga: 164 Wartawan Jadi Pelaku Judi Online, Pendiri AJI Prihatin

Kedua, Machine Learning, untuk mempelajari pola dari dataset musik dan puisi. Ketiga, Deep Learning, menggunakan model jaringan saraf dalam menghasilkan melodi dan suara vokal.

Kempat, Text-to-Speech (TTS) dan Speech Synthesis. Ini adalah teknologi yang memungkinkan AI untuk menyanyikan teks.

“Dengan kemajuan teknologi AI, transformasi puisi menjadi lagu menjadi lebih mudah dan lebih kreatif, memungkinkan kolaborasi antara manusia dan mesin dalam menciptakan karya seni yang unik,” tegas Satrio.***

Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2026: Stadion Siap, Inilah Jadwal Dua Laga Awal Timnas Indonesia di putaran Ketiga

Halaman:
Sumber: SATUPENA

Berita Terkait