Lomba Esai untuk Lukisan Paus Mencuci Kaki Rakyat Indonesia
- Penulis : Rhesa Ivan
- Rabu, 28 Agustus 2024 10:10 WIB

Oleh: Denny JA
SPORTYABC.COM - “Lukisan adalah cara seniman untuk berbicara tanpa kata-kata dengan dunia luar. Di dalam setiap sapuan kuas, ada pesan yang menunggu untuk ditafsirkan.”
Ini adalah kutipan dari Pablo Picasso. Pelukis legendaris ini sering kali menggunakan lukisan untuk menyampaikan pesan sosial dan politik, seperti dalam karyanya yang terkenal Guernica. Ini adalah lukisan yang menjadi pernyataan kuat melawan kekerasan dan perang.
Menyambut kedatangan Paus, ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace) menggelar Festival Toleransi di Galeri Nasional, Jakarta, pada tanggal 2-4 September 2024.
Baca Juga: Ketua Umum SATUPENA Denny JA Menerima Anugerah Literasi Budaya IMLF 2024
Bekerja sama dengan Esoterika, Forum Spiritualitas, juga digelar pula 10 lukisan saya (Denny JA) dengan pesan harmoni agama. Lima dari lukisan itu soal Paus Fransiskus.
Seperti yang dikatakan Picasso, 10 lukisan itu membawa pesan untuk ditafsirkan. Agus Dermawan T., kritikus senior seni rupa, yang sudah menulis puluhan buku budaya dan seni, menafsirkan 10 lukisan saya itu.
Saya kutip sangat panjang ulasan Agus Dermawan T., mengenai 5 lukisan saya tentang Paus Fransiskus.
Pada lukisan Paus ke Indonesia #1 ia (Denny JA) menggambarkan dua wanita berkerudung sedang bersimpuh (bukan menyembah) di hadapan Paus. Paus menyambut mereka dengan teduh sambil memberi salam hormat.
Di depan dua wanita itu terlihat seorang kakek yang duduk di kursi roda. Kita simak, kursi roda tersebut didorong oleh seorang nenek tua. Di sekitar mereka berdiri banyak orang yang semua bersukacita. Dari setting yang tergambar, bisa diduga mereka berada di halaman kompleks pesantren.
Lukisan Paus ke Indonesia #2 menggambarkan Paus sedang merengkuh seorang anak dengan khusyuk. Sementara di sekitar bocah itu berdiri anak-anak lain yang menampakkan wajah riang. Sebagian anak itu mengatupkan tangannya dalam gestur berdoa dan berharap.
Di sekeliling anak-anak tampak orang tua mereka yang semuanya tersenyum bahagia. Di belakang kerumunan, aha, terlihat masjid megah yang siap mengumandangkan adzan.
Baca Juga: ORASI DENNY JA: Sisi Ekonomi Gerakan Lingkungan Hidup dan Green Religions
Selembar lukisan yang menegaskan betapa kebersamaan dalam perbedaan itu sungguh menyenangkan dan selalu memberikan harapan-harapan mulia.