Hilangnya Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024 dan Kisah 4 Presiden Menurut Analisis Denny JA
- Penulis : Rhesa Ivan
- Jumat, 30 Agustus 2024 12:25 WIB

Lingkaran Prabowo tahu persis betapa Anies menjadi Gubernur DKI periode sebelumnya karena bantuan Prabowo.
Jika Anies menjadi gubernur DKI, 2024-2029, ia akan menjadi penantang sangat kuat bagi pencalonan kembali Prabowo di Pilpres 2029.
Presiden kedua, presiden Jokowi sangat militan ingin memindahkan ibukota negara ke Kalimantan Timur.
Semua tahu persis, proses perubahan ibu kota agar sukses memerlukan konsolidasi mungkin 20 tahun.
Program Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara perlu didukung oleh presiden Indonesia selanjutnya hingga 20 tahun mendatang, ketika ibukota baru terkonsolidasi.
Sementara Anies ketika menjadi Capres 2024, menjadikan IKN bukanlah program yang akan didukungnya. Itu yang tempo hari menjadi pembeda Anies dan Prabowo yang akan melanjutkan IKN.
Tentu bagi Jokowi dan pendukungnya, sikap politik Anies Baswedan terhadap IKN menjadi catatan penting.
Presiden ketiga, mantan presiden SBY juga memiliki kisah sendiri. Waktu itu, SBY sangat bersemangat.
Betapa tidak, ia merasa sudah ada komitmen Anies akan berpasangan dengan AHY sebagai Capres dan Cawapres di Pilpres 2024. Tapi Anies malah berjodoh dengan Muhaimin Iskandar sebagai Capres dan Cawapres.
Kita sebagai orang luar tak tahu persis apa yang terjadi. Tapi kita tahu komentar kemarahan SBY waktu itu. J
udul salah satu berita misalnya: “SBY Marah dan Kecewa ke Anies: Sekarang Saja Tak Jujur.” (1)
Presiden keempat, mantan presiden lain, Megawati, memiliki memori dengan Anies dalam Pilkada DKI 2017-2022. Waktu itu Anies mengalahkan calon PDIP: Ahok.