DECEMBER 9, 2022
Kolom

Catatan Denny JA: Revolusi Kreativitas Bersama Artificial Intelligence (1)

image
Catatan Denny JA: Revolusi Kreativitas Bersama Artificial Intelligence (1). (istimewa)

Dari Lukisan Paus Fransiskus hingga Dimulainya Pergeseran Kreativitas

SPORTYABC.COM - “Itu adalah sebuah deklarasi. Dunia kreativitas sudah bergeser. Kita memasuki bab terakhir berkarya tanpa sentuhan Artificial Intelligence. Peradaban, termasuk dunia kreativitas, memasuki babak baru".

Itu yang saya katakan kepada wartawan, kolega, dan publik luas, ketika mereka bertanya. Apa arti penting pameran lukisan saya (Denny JA) di Galeri Nasional, Festival Toleransi, 2-4 September 2024, menyambut kedatangan Paus Fransiskus ke Jakarta.

Baca Juga: ORASI DENNY JA: Belajar Keberagaman dari Sayyidina Ali

Pameran lukisan itu cukup menarik perhatian tokoh pemerintahan, tokoh masyarakat dan publik luas. Tak hanya Menteri Koordinator MPK Muhajir Effendi dan 12 Duta Besar berfoto di depan lukisan itu. Tapi juga Ibu Sinta Nuriyah, istri Gus Dur, dan tokoh pro- keberagaman lain berpose di depan lukisan itu. 1

Lukisan soal Paus Fransikus yang dihadirkan pada Festival Toleransi tidak hanya menyuarakan pesan mendalam tentang kerendahan hati dan keberagaman Paus Fransiskus. Tetapi  yang jauh lebih mendasar lagi, dan efeknya jangka panjang, ia menandai hadirnya artificial intelligence sebagai mitra dalam proses kreatif.

Melibatkan AI dalam penciptaan seni tidak hanya sekadar sebuah tren. Itu penanda dari revolusi proses kreatif.

Baca Juga: Kalangan Duta Besar Hadiri Pameran Lukisan Karya Denny JA Tentang Paus Fransiskus Membasuh Kaki Rakyat Indonesia

-000-

Pada tahun 2021, dunia seni visual mengalami kejutan besar ketika sebuah lukisan yang dihasilkan oleh AI terjual seharga $432.500 di rumah lelang Christie’s. 

Lukisan berjudul “Portrait of Edmond de Belamy" ini tidak dilukis oleh tangan manusia, melainkan diciptakan oleh sebuah algoritma yang dikembangkan oleh kolektif seni Paris, Obvious. 

Baca Juga: Berikut Ini Rekayasa Lalu Lintas Selama Kunjungan Paus Fransiskus di Jakarta

AI yang mereka gunakan adalah Generative Adversarial Network (GAN), sebuah model yang dilatih menggunakan ribuan potret dari periode Renaisans hingga kontemporer. 

Halaman:
Sumber: kiriman Denny JA

Berita Terkait