DECEMBER 9, 2022
Humaniora

Inilah Sejarah Awal Mula Munculnya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

image
Peta Afrika Utara Salah Satu Wilayah Kekuasaan Daulah Batiniyah (pixabay)

Kelompok ini mempunyai ideologi Syiah yang menentang ahlu sunnah, dari sejak berdirinya hingga kejatuhannya. Mereka  memerintah benua Afrika Utara selama kurang lebih 2 abad. 

Diawali dengan keberhasilan mereka menumbangkan Daulah Bani Rustum pada tahun 297 Hijriyah, dan berakhir dengan kejatuhan mereka di tangan Daulah Solahuddin Al-Ayyubi pada tahun 564 Hijriyah.
Daulah Fatimiyah menjalin hubungan dekat dengan kelompok Syiah Al-Qoromitoh Batiniyah. 

Perlu diketahui bahwa kelompok Al-Qoromitoh Batiniyah mempunyai keyakinan yang sangat menyimpang dari ajaran Islam. Ada pula yang ingin menghapuskan hukum haji dalam  Islam.

Baca Juga: ORASI DENNY JA: Kisah Cinta Tanah Air di Dalam Film Eksil

Maka pada musim haji tahun 317 Hijriah, kelompok ini memporak-porandakan tanah haram dengan cara membantai jamaah haji, merobek kain penutup pintu Ka'bah, merampas Hajar Aswad serta menyembunyikannya di daerah mereka dalam kurun waktu 22 tahun.

Siapakah Abu Ubaid Al-Quddah? (Nama aslinya  Ubaidillah bin Maimun, nama belakangnya Abu Muhammad. Disebut Al-Quddah yang artinya luar biasa, karena orang ini suka memakai celak agar matanya menonjol. 

Dia awalnya adalah seorang Yahudi yang membenci Islam dan ingin menghancurkan umat Islam dari dalam. Al-Quddah menanamkan keyakinan batiniyah, bahwa setiap ayat Al-Quran mempunyai makna batin yang hanya diketahui oleh orang-orang tertentu dalam kelompoknya. 

Baca Juga: Denny JA: SATUPENA Merayakan Kemerdekaan Indonesia dengan Menulis Buku Bersama 40 Penulis dari Sumatra Sampai Papua

Maka dia menghancurkan ajaran Islam dengan alasan ada wahyu batin yang dia terima yang tidak diketahui  orang lain.

Dia adalah pendiri dan pemimpin pertama  Bani Faltimiyah. Para pengikutnya memanggilnya dengan sebutan Al-Mahdi Al-Muntador atau Al-Mahdi yang kedatangannya ditunggu-tunggu. Ia,Berasal dari Irak dan lahir di wilayah Kufah pada tahun 206 Hijriyah.

Al-Quddah mengaku sebagai keturunan salah satu ahli baik, Ismail bin Zafar Al-Sadiq. Melalui pernikahan rohani, yakni pernikahan non-fisik. Namun umat Islam di wilayah Maghrib menolak mengakui garis keturunan mereka.

Baca Juga: Inilah Dua Amalan di Bulan Maulid Menurut Ustadz Abdul Somad

Faktanya, dia adalah keturunan Said bin Ahmad Al-Qaddah yang terkadang mengaku sebagai hamba Muhammad bin Zafar Al-Sadiq. Semua itu dilakukan untuk menarik simpati umat manusia dan mencari simpati masyarakat.

Halaman:

Berita Terkait