Catatan Denny JA: Untuk Mereka yang Terbuang di Tahun 1960-an
- Penulis : Rhesa Ivan
- Minggu, 06 Oktober 2024 19:03 WIB

Ada seorang anak Yahudi yang melarikan diri dari Nazi Jerman. Ada pula seorang anak Kuba yang melarikan diri dari rezim Castro. Juga hadir seorang anak Suriah yang melarikan diri dari perang saudara.
Ketiga cerita ini terhubung oleh benang merah yang sama: mereka semua mencari tempat yang bisa mereka panggil rumah, tetapi dunia terus menolak mereka.
Sementara itu, “Exile and the Kingdom” karya Albert Camus (1957) mengeksplorasi pengalaman eksil sebagai bentuk keterasingan, baik secara fisik maupun spiritual.
Para karakternya hidup di luar hidup yang layak masyarakat biasa, terputus dari tempat dan makna
Ini menggambarkan dengan tepat pengalaman para eksil Indonesia. Mereka terasing dari tanah air dan harus menemukan cara untuk bertahan hidup di negeri yang tidak pernah benar-benar menerima mereka.