Puisi Denny JA: Kubawa Cincin Janjiku
- Penulis : Rhesa Ivan
- Selasa, 08 Oktober 2024 20:00 WIB

“Farah,” ia berbisik,
“cincin ini milikmu,
cintaku yang tertahan di ujung janji,
kini pulang ke tanah, ke keabadianmu.”
Angin malam berembus pelan,
membawa daun-daun jatuh yang berserakan,
seperti harapan yang pudar dalam diam.
Tak ada yang bisa mengembalikan Farah,
tapi cinta yang telah terhanyut sejarah,
akhirnya tersampaikan, dalam tenang dan hening.
Langkah Anwar meninggalkan tanah itu,
namun hatinya tertinggal di sana,
di bawah pohon akasia yang memeluk kenangan,
di bawah langit Jakarta yang dulu memanggilnya pulang.
Anwar tahu,
meski sejarah mengoyak cinta,
ada janji yang tak pernah hilang,
ada cinta yang selalu mencari jalan pulang,
seperti air yang tak pernah lelah mengejar laut.
Jakarta, 2024***
CATATAN
(1) Puisi ini adalah fiksi, terinspirasi oleh kisah nyata eksil Indonesia yang akhirnya bisa pulang ke tanah air setelah lama diasingkan. Pada tahun 2023, kebijakan Presiden Joko Widodo membuka pintu bagi mereka yang kehilangan kewarganegaraan selama dekade-dekade sebelumnya.