Catatan Denny JA: Makna Hidup di Era Algoritma
- Penulis : Rhesa Ivan
- Rabu, 16 Oktober 2024 14:21 WIB

Data ini disampaikan oleh McKinsey Global Institute. Angka ini menunjukkan peningkatan kebutuhan manusia akan kesehatan holistik yang melibatkan sisi spiritual. (1)
Hal ini kontras dengan sepuluh tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 2015. Tahun itu mencatat angka hanya sekitar 90 miliar USD.
Pertumbuhan luar biasa ini menandakan semakin mendesaknya kebutuhan orang akan ketenangan batin di tengah kehidupan modern yang penuh kompleksitas.
Perubahan ini juga membawa perspektif baru tentang kesehatan. Wellness atau kesehatan holistik kini menjadi fokus utama dalam pencarian keseimbangan hidup manusia modern.
Dr. Halbert L. Dunn, yang pertama kali mendefinisikan wellness pada tahun 1961. Dalam bukunya High Level Wellness, ia menyatakan sehat bukan sekadar bebas dari penyakit. Sehat juga hidup yang bermakna dan penuh kebahagiaan.
Menurut Dunn, kesehatan sejati mencakup kesejahteraan batin yang dapat memberi ketenangan dan ketahanan dalam menghadapi stres.
-000-
Mengapa Manusia Modern Membutuhkan Wellness dan Spiritualitas?
Kebutuhan akan wellness dan spiritualitas modern dapat dilihat melalui beberapa fenomena penting yang muncul di era algoritma ini.
Salah satunya adalah paradoks kesejahteraan materi yang tidak sejalan dengan kedamaian batin. Teknologi memberi kenyamanan yang luar biasa. Namun ia juga membawa keterasingan yang meningkat.
Di Jepang, bahkan dibentuk posisi Menteri Kesepian untuk menangani masalah ini. Banyak orang merasa lebih terhubung dengan layar daripada sesamanya. Ini menimbulkan kehampaan yang memicu pencarian keseimbangan dan makna hidup yang hilang.