DECEMBER 9, 2022
Kolom

Catatan Denny JA: Potret Batin Indonesia, Aceh hingga Papua, dari Kacamata Generasi Z

image
Sportyabc.com/kiriman

Topik utama Festival Puisi Esai Jakarta kedua, Desember 2024, bertema Kesaksian Generasi Baru.
Komunitas puisi esai sengaja mengajak Generasi Z dari berbagai wilayah di Indonesia untuk menuliskan kisah nyata yang telah mereka saksikan atau alami.

Puisi esai sendiri merupakan perpaduan antara puisi dan prosa yang menyuarakan kisah nyata, yang difiksikan dalam bingkai estetik untuk menggugah pembaca. Catatan kaki hadir secara sentral karena ia mewakili kisah nyata yang dipuisikan.

Generasi Z ikut menjadi saksi langsung dari isu-isu aktual yang mereka hadapi: ketidakadilan, HAM, lingkungan hidup, dan isu kemanusiaan lainnya.

Baca Juga: Diskusi Satupena, Eka Budianta: Peluang Menjadi Sastrawan Kini Semakin Terbuka

Mengapa penting bagi Generasi Z untuk mulai bersaksi atas ketidakadilan melalui puisi esai?

Pertama, dengan menulis puisi esai, Generasi Z diajak untuk melihat dunia melalui lensa yang lebih tajam. Sastra membuka ruang kontemplasi, memperdalam kesadaran akan isu-isu yang sering terlewat di tengah derasnya arus digital.

Melalui penulisan, mereka dipaksa untuk berhenti, merenung, dan mengungkapkan apa yang mereka lihat dan rasakan.

Baca Juga: Viral, Denny Caknan Muncul di Laga Derby Kota Barcelona

Kesadaran ini adalah akar dari pemahaman yang dalam, karena sebelum seseorang bisa berjuang melawan ketidakadilan, ia harus terlebih dahulu menyadarinya.

Kedua, puisi esai memberi Generasi Z alat untuk melatih empati. Ketika mereka menuliskan pengalaman ketidakadilan yang mungkin dialami atau disaksikan, mereka memasuki kehidupan lain.

Mereka mendengar suara-suara terpendam, merasakan kepedihan yang sering kali tersembunyi di balik layar
Empati bukan hanya tentang merasa iba, melainkan tentang terhubung dengan manusia lain pada tingkat yang lebih dalam. Sastra, dalam hal ini puisi esai, memungkinkan mereka untuk menghidupkan cerita-cerita nyata dengan sensibilitas, membuatnya terasa nyata bagi pembaca.

Baca Juga: Puteri Indonesia, Sophie Kirana Masuk Lima Besar Miss International 2024

Ketiga, dengan menciptakan puisi esai, Generasi Z tidak hanya bersaksi untuk masa kini tetapi juga mewariskan pengalaman mereka bagi masa depan.

Halaman:
Sumber: kiriman Denny JA

Berita Terkait