Catatan Denny JA: Ketika Quick Count Tak Bisa Putuskan Pilkada Jakarta 2024 Satu atau Dua Putaran
- Penulis : Rhesa Ivan
- Sabtu, 30 November 2024 22:22 WIB

Namun, ada dua wilayah yang tetap memunculkan pertanyaan besar: Banten dan Jakarta.
Exit Poll tak bisa menjawab pemenang final dua provinsi itu karena besarnya suara yang merahasiakan pilihannya.
-000-
Baca Juga: Kapolri Perintahkan Kapolda Sumbar Usut Tuntas dan Dalami Motif dari AKP Dadang Iskandar
Pilkada Banten baru bisa terjawab oleh Quick Count. Itu terjadi ketika data masuk sudah di atas 90 persen, setelah pukul 16.00 WIB.
Ketika Quick Count di Banten selesai dihitung (93 persen data masuk), hasilnya seperti gempa: Andra Soni mengalahkan Airin dengan 55,3 persen vs 44,7 persen.
Dinasti Atut yang berakar di Banten runtuh oleh strategi Andra yang efektif dan momentum akhir yang kuat.
Pesan-pesan masuk ke ponsel saya, penuh keterkejutan:
Baca Juga: Pilkada 2024: LSI Denny JA Selenggarakan Quick Count di Televisi Mulai Pukul 15.00 WIB
“Dinasti Atut kok bisa tumbang, ya Bro?”
“Hebat kali ini calon Gerindra. Bisa mereka kalahkan Airin yang begitu populer, ya Bro?”
Tapi Quick Count pun tak memberi kejelasan mengenai pemenang final Pilkada Jakarta.
Baca Juga: Pilkada Jakarta 2024: Pramono Anung - Rano Karno Unggul dalam Exit Poll dan Quick Count
Padahal pada pukul 17.00 WIB, data Quick Count untuk Pilkada Jakarta telah mencapai 99 persen. Pramono Anung-Rano Karno memperoleh 49,9 persen suara. Unggul jauh dari Ridwan Kamil-Siswono, tetapi belum mencapai ambang batas 50% persen+1 yang diperlukan untuk memenangkan satu putaran.