Marbinda, Tradisi Natal Masyarakat Batak Toba
- Penulis : Rhesa Ivan
- Jumat, 13 Desember 2024 12:12 WIB

SPORTYABC.COM – Jelang perayaan Natal, sejumlah masyarakat pun khususnya umat Nasrani tengah bersiap dalam menyambut hari kelahiran Yesus Kristus ini.
Dalam perayaan Natal, sejumlah daerah dan negara memiliki tradisi salah satunya Marbinda tradisi perayaan Natal bagi masyarakat Batak Toba.
Marbinda merupakan tradisi masyarakat suku Batak Toba yang dilakukan setiap menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Baca Juga: Puisi Denny JA Warnai Perayaan Natal Komunitas Lintas Agama di Indonesia
Tradisi ini disebut sebagai simbol kebersamaan sekaligus pengikat persaudaraan bagi orang Batak Toba.
Sebagai bentuk tradisi, Marbinda telah dilakukan para leluhur yang turun temurun menjadi tradisi yang hidup di tengah masyarakat.
Lalu apakah tradisi Marbinda ? adalah tradisi menyembelih hewan jelang hari Natal yang dilakukan oleh masyarakat Batak Toba di Sumatra Utara.
Baca Juga: Catatan Denny JA: Memulai Tradiisi Ikut Merayakan Hari Raya Agama Lain secara Sosial
Namun tradisi ini ditidak sembarang hewa, biasanya yang disembelih pada acara Marbinda adalah hewan yang berkaki empat seperti babi, kerbau, sapi.
Hewan yang disembelih pun adalah hasil Tabungan masyarakat kampung tersebut yang telah dikumpulkan berbulan bulan sebelumnya.
Uang tabung tersebut berasal dari hasil penjualan padi yang dipanen oleh masyarakat.
Baca Juga: KAI Operasikan 56 Kereta Tambahan pada Libur Nataru 2024/2025 dengan Tiket Terjual 865.494 Lembar
Dengan uang tersebut untuk membeli hewan yang akan disembelih berdasarkan kesepatakan dan kesanggupan dari nilai Rupiah yang terkumpul masyarakat tersebut.
Setelah membeli hewan yang disepakati, kemudian disembelih lalu dimasak yang kemudian dibagikan kepada masyarakat kampung tersebut secara sama rata.
Kegiatan masak memasak daging sembelihan Marbinda tersebut dikenal dengan nama Marhobas.
Baca Juga: Inilah Tema Perayaan Natal Nasional 2024
Lalu apa tujuan dari Marbinda ini bagi masyarakat jelang perayaan Natal, kegiatan ini sendiri memiliki tujuan untuk mengeratkan kebersamaan masyarakat, kemudian membangun rasa gotong royong namun yang terpenting adalah wujud dari rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Hal ini sejalan dengan prinsip Si Sada Hudon yaitu makan dari satu ternak yang sama sebagai bentuk kebersamaan
Selain itu sikap kebersamaan bisa dilihat dari sikap gotong royong dalam menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan tradisi tersebut.
Baca Juga: Berikut ini Negara yang Melarang Perayaan Natal, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Jika kaum bapak yang memotong daging, maka kaum ibu akan menyediakan bumbu dapur untuk memasak bersama.
Kegiatan Marbinda dan Marhobas ini kemudian akan diakhiri dengan perayaan dan makan bersama sebelum nantinya warga akan pulang ke rumah masing masing. ***