DECEMBER 9, 2022
Internasional

Gempa Myanmar: Indonesia Kembali Kirim 124 Ton Bantuan untuk Para Korban

image
Beberapa bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia untuk rakyat Myanmar yang terdampak gempa bumi magnitudo 7.7 sebelum diberangkatkan melalui Lanud Halim Perdanakusuma, Cililitan, Jakarta Timur (x.com/Palangmerah)

 

SPORTYABC.COM – Pemerintah Indonesia kembali kirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi di Myanmar sejumlah 124,7 ton atau senilai USD1,26 juta

Bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi di Myanmar dari Pemerintah Indonesia dikirimkan dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuman, Cililitan, Jakarta Timur ke Myanmar pada Kamis 3 April 2025.

Baca Juga: Gempa 7,7 M Guncang Myanmar Terasa di Bangkok hingga Tiongkok

Menlu Sugiono katakan bahwa bantuan dengan berat 124,7 ton yang dikirimkan ke Myanmar berupa obat obatan, alat kesehatan, hingga makanan.

"Jumlah bantuan yang kita sampaikan (hari ini) kurang lebih ada 120 ton barang yang nilainya mencapai kurang lebih, 124 ton barang nilainya 1,2 juta USD," ujar Menlu Sugiono di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur 

Sebagai informasi, junta militer Myanmar telah umumkan gencatan sementara, mengingat jumlah korban akibat gempa bumi terus meningkat.

Baca Juga: Paus Fransiskus Doakan Myanmar, Thailand dan Korea Selatan

Pemberlakukan gencatan senjata ini dimulai pada 2 hingga 22 April 2025 mendatang untuk mempermudah upaya bantuan pasca gempa bumi.

Menlu Sugiono juga jelaskan bahwa selama ini tidak ada hambatan komunikasi antara Indonesia dengan Myanmar dalam hal pengiriman bantuan sejak 31 Maret 2025.

Selain itu juga tidak ada hambatan koordinasi dengan sesama negara ASEAN lainnya dalam mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

Baca Juga: Gempa Myanmar: Korban Tewas Melonjak, Junta Militer Minta Bantuan Internasional

"Kita berkoordinasi dengan sangat baik, tadi saya sampaikan juga. Kementerian, seluruh Kementerian Luar Negeri ASEAN, kemarin sempat rapat koordinasi, termasuk juga dari perwakilan pemerintah Myanmar saat ini," ujar Sugiono.

Halaman:

Berita Terkait