Gempa Myanmar: Indonesia Kembali Kirim 124 Ton Bantuan untuk Para Korban
- Penulis : Rhesa Ivan
- Kamis, 03 April 2025 13:37 WIB

Berdasarkan data dari BNPP, total 124,7 ton bantuan kemanusiaan untuk rakyat Myanmar terdiri dari bantuan Kementerian Pertanian berupa susu protein, sosis siap saji, minyak goreng seberat 18,2 ton.
Lalu dari Kementerian Kesehatan berupa obat obatan dan peralatan dengan bobot 13,3 ton dan senilai Rp5,5 miliar untuk bantuan korban gempa bumi di Myanmar.
Selain itu ada Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas tidak ketinggalan kirimkan bantuan berupa tenda, genset, alat kebersihan, selimut, terpal dan sarung dengan total bobot 19,5 ton atau senilai Rp2,4 milyar.
Baca Juga: Gempa 7,7 M Guncang Myanmar Terasa di Bangkok hingga Tiongkok
Kemudian Palang Merah Indonesia atau PMI kirimkan bantuan berupa body bag, sarung, terpal, alat kebersihan, selimut dengan berat 4,1 ton atau senilai Rp880 juta.
Selanjutnya ada Rumah Zakat yang kirimkan kornet sapi dan rendang sapi dengan bobot lima ton dengan nilai Rp275 juta.
Artha Graha Peduli kirimkan air mineral, handuk, terpal, P3K, selimut, lampu LED, kantong tidur dengan bobot 4,5 ton dengan nilai Rp333 juta.
Baca Juga: Paus Fransiskus Doakan Myanmar, Thailand dan Korea Selatan
Human Initiative pun tidak ketinggalan kirimkan peralatan kebersihan seberat 200 kilogram dengan nilai Rp10 juta.
Maguwo Sakti kirimkan popok bayi seberat 200 kilogram dengan nilai Rp5 juta, BNPB kirimkan biscuit protein, makanan siap saji, selimut, baju, Kasur, meja, jaket, matras, tenda, toilet portable, peralatan dapur, dan lampu solar panel dengan bobo 59,4 ton atau Rp10,9 miliar.
Sedangkan untuk personel yang terdiri dari BNPB dan Indonesia Search and Rescue atau INASAR telah lebih dulu dikirim ke Myanmar pada 31 Maret 2025 lalu untuk melakukan langkah yang sifatnya tanggap darurat.
Baca Juga: Gempa Myanmar: Korban Tewas Melonjak, Junta Militer Minta Bantuan Internasional
Seperti diketahui gempa bumi dengan kekuatan maginitudo 7.7 guncang Myanmar hingga terasa ke Thailand dan Tiongkok pada Jumat 28 Maret 2025 lalu.