Desak PM Hasina Mundur, Puluhan Ribu Warga Bangladesh Turun ke Jalan
- Penulis : Rhesa Ivan
- Sabtu, 03 Agustus 2024 14:35 WIB

UNICEF pun mengutuk semua tindakan kekerasan dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang berduka atas kehilangan anak-anak mereka.
Sementara itu, analis politik Zahed Ur Rahman mengatakan kepada kantor berita Anadolu ketidakpedulian pemerintah terhadap kematian itu dan upaya menyalahkan lawan politik atas kekerasan tersebut ketimbang menahan pelaku sebenarnya, telah memicu kemarahan publik.
“Pemerintahan Hasina percaya mereka bisa menenangkan protes melalui kekerasan dan penangkapan massal, namun tindakan ini justru memperburuk kerusuhan,” tambahnya.
Baca Juga: 4 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Paus Fransiskus Mencuci Kaki Rakyat Kecil Indonesia
Walau sebagian besar protes berada di pusat kota Dhaka namun tetap kondusf namun berbeda di daerah dimana pinggiran kota Uttara berubah menjadi aksi kekerasan ketika mahasiswa pendukung partai berkuasa dilaporkan menyerang para demonstran tanpa provokasi yang akibatnkan beberapa demosntran terluka.
Sementara itu di Kota pelbauhan Chattogram di selatan Bangladesh, beberapa ribu pengunjuk rasa mulai berbari menunju GEC Corner sebuah persimpangan penting di kota tersebut usai Shalat Jumat.
Mereka pun meneriakkan slogan slogan yang serukan pengunduran diri Perdana Menteri Hasina.
Baca Juga: SATUPENA Akan Diskusikan Pentingnya Menjaga Marwah Gelar Akademik Dengan Narasumber I Ketut Surajaya
Sementara di kota timur laut, Sylhet, polis berusaha menghentikan prosesi besar yang terdiri dari beberapa ribu orang usai shalat Jumat.
Polisi pun menembakkan gas ari mata dan granat suara serta peluru karet untuk membubarkan kerumunan massa, menurut sumber polisi setidaknya 10 orang telah ditangkap di Sylhet. ***