DECEMBER 9, 2022
Hiburan

Inilah Alasan Pelarangan Penggunaan Ponsel Pintar di Sejumlah Festival Musik Eropa

image
Ilustrasi para penonton konser mengabadikan dengan ponsel pintar, (Netz.id)

Untuk tahun depan, pasangan ini memiliki rencana untuk meminta para pengunjung untuk mengunci ponsel pintar mereka dalam dompet yang dirancang khusus yang hanya bisa dibuka dengan magnet di pintu keluar atau bar.

Nyaris di seluruh Eropa, promtor musik live juga terapkan strategi serupa pada musim panas ini, seperti Festival Vooddo, acara musik elektronik butik yang diadakan di bawah bayang bayang kastil Humbeek di Grimbergen, Belgia pada 7 September mendatang.

“Tahun lalu, beberapa orang merekam sepanjang malam,” kata penyelenggara festival Voodoo Maxim Dekegel. 

Baca Juga: Satrio Arismunandar di Diskusi SATUPENA: Orang yang Berumur Panjang Biasanya Memiliki Jaringan Sosial yang Kuat

“Kami ingin orang-orang kembali menikmati momen itu dan mendengarkan musiknya.”

Reaksi dari kebijakan larangan penggunaan ponsel pintar dalam festival ini ternyata sangat positif. Hanya saja beberapa pemegang tiket yang mengeluhkan fakta bahwa mereka tidak akan memiliki rekaman acara untuk dibagikan kepada kolega dan orang terkasih mereka.

Namun panitia yakinkan mereka bahwa ada fotografer professional akan berada di lantai dansa untuk mendokumentasi festival ini.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Persija Jakarta Akhiri Kerja Sama dengan Cahya Supriadi

“Ini adalah ujian seberapa jauh kita dapat kembali ke era pra-digital,” kata Dekegel. 

“Anda harus melakukannya selangkah demi selangkah.” 

Ternyata melepas diri dari media sosial akan sama sulitnya bagi penyelenggara acara bagi orang orang yang berpesta sebagaimana dikatakan oleh Gunn Enli, professor madya di departemen media dan komunikasi Universitas Oslo yang tela melakukan penelitian lapangan tentang penggunaan ponsel pintar acara acara langusng

Baca Juga: Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Rogoh Rp864 Miliar Tebus Matthijs de Ligt dari Bayern Muenchen

Terdapat banyak ambivalensi dimana promotor inginkan kehebohan di media sosial namun tidak ingin orang selalu menggunakan ponsel mereka ucap Gunn Enli.

Halaman:
Sumber: Guardian

Berita Terkait