Denny JA Mengungkap Tiga Fakta Tercecer Sejarah Bangsa
- Penulis : Rhesa Ivan
- Senin, 19 Agustus 2024 09:00 WIB

Terasa
Tapi Asih merasa sepi
Terasa
Baca Juga: Joko Widodo Anugerahkan Tanda Jasa dan Kehormatan bagi 64 Tokoh
Istri dan anak Arthur memusuhi
Terasa.
(“Nyai Asih Ikut ke Belanda”, hal. 63-64).
Baca Juga: ORASI DENNY JA: Tanah Airku dalam Lagu, Puisi, dan Lukisan
000
Sejak Denny JA mengibarkan ‘bendera’ puisi esai dalam ranah sastra nasional melalui antologi perdana Atas Nama Cinta (2012), butuh waktu satu windu bagi puisi esai sebelum menjadi lema resmi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring yang mendefinisikan sebagai ‘jenis puisi yang mengandung pesan sosial dan moral melalui kata-kata sederhana dengan pola berbait-bait berupa fakta, fiksi dan catatan kaki'.
Puisi esai menjalani metamorfosisnya dalam 12 tahun perjalanannya hingga tahun ini. Ada setidaknya dua perbedaan format puisi esai periode awal dan periode sekarang, sependek pengamatan saya.
Baca Juga: 5 Lukisan Denny JA Spesial HUT ke – 79 RI: Tegakkan Merah Putih Itu
Pertama pada panjang puisi atau durasi pembacaan jika dibawakan di atas panggung. Jika puisi esai periode awal seperti Atas Nama Cinta dibawakan para dramawan dan sastrawan Putu Wijaya, Sutardji Calzoum Bachri atau Sujiwo Tejo, maka satu karya membutuhkan waktu 30 – 40 menit pembacaan.