Denny JA Lesehan Menonton Kabaret Transpuan di Yogyakarta
- Penulis : Rhesa Ivan
- Minggu, 08 September 2024 09:00 WIB

Pertunjukan ini didirikan pada awal tahun 2010 dan dengan cepat menjadi fenomena hiburan malam di Yogyakarta. Nama "Raminten" berasal dari karakter perempuan yang dimainkan oleh Hamzah di serial televisi lokal yang populer berjudul *Pengkolan*.
Dalam acara tersebut, Hamzah menciptakan karakter Raminten, seorang wanita Jawa dengan gaya flamboyan dan humor yang kental.
Raminten Cabaret Show menjadi perpanjangan karakter tersebut di dunia nyata, namun dengan fokus pada pemberdayaan komunitas transpuan dan waria melalui seni pertunjukan.
Baca Juga: ORASI DENNY JA: Dibatalkannya RUU Pilkada dan Pentingnya Kompetisi Politik
Sekitar 14 tahun lalu, saya juga berkesempatan menonton kabaret transpuan di Thailand. Salah satu pertunjukan paling terkenal, Tiffany's Show di Pattaya.
Tiffany's Show pertama kali dipentaskan pada tahun 1974. Ia bermula sebagai sebuah pertunjukan kecil yang digagas oleh Tiffany, seorang transpuan di Thailand.
Seiring berjalannya waktu, kabaret ini tumbuh menjadi atraksi besar dengan panggung megah, kostum gemerlap, dan penonton dari berbagai belahan dunia.
Dalam pertunjukan tersebut, para transpuan (atau *kathoey* di Thailand) memamerkan bakat mereka dalam tari, nyanyian, dan lip-sync.
Di Thailand, kabaret oleh transpuan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga industri besar yang mendatangkan wisatawan dari seluruh dunia.
Penonton datang bukan hanya untuk melihat glamornya para penampil. Mereka juga merayakan keberagaman gender. Thailand telah menjadi tempat yang lebih ramah bagi para transpuan.
Baca Juga: Paus Berkati Lukisan Karya Denny JA tentang Paus Fransiskus Membasuh Kaki Rakyat Indonesia
Kabaret transpuan di Thailand berhasil memadukan hiburan dan penghormatan terhadap identitas gender yang berbeda. Ia juga memposisikan diri sebagai salah satu atraksi budaya yang utama.