Tafsir Hermeneutika Lukisan Denny JA: Menyingkap Makna Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia
- Penulis : Rhesa Ivan
- Sabtu, 07 September 2024 07:40 WIB

Oleh: Desi Ratriyanti
Pemenang Utama Lomba Esai di Festival Toleransi, 2024
SPORTYABC.COM - Lazimnya, kunjungan seorang tokoh dunia disambut beragam kalungan bunga disertai lelagu dan tari-tarian.
Tapi, tidak bagi Denny JA. Ia justru memilih medium lain untuk menyambut kunjungan Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia. Ia menggubah lukisan melalui teknologi kecerdasan buatan.
Baca Juga: 4 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Paus Fransiskus Mencuci Kaki Rakyat Kecil Indonesia
Tidak tanggung-tanggung, 10 lukisan bertema Paus Fransiskus berhasil ia gubah. Salah satunya, ia beri judul “Paus Mencuci Kaki Rakyat Indonesia”. Dalam lukisan tersebut, Paus dengan baju kebesaran warna putihnya tengah bersimpuh dan mencuci kaki seorang laki-laki dengan pakaian adat Melayu.
Air yang digunakan untuk mencuci kaki itu mengalir jernih dari atas pegunungan yang digambarkan dengan warna kehijauan. Di samping kanan dan kirinya tampak sejumlah orang, laki-laki dan perempuan. Lukisan itu kian dramatis dengan gambaran merpati putih yang beterbangan di langit yang berwarna kekuningan.
Sebagai karya seni, lukisan Denny JA tentu mengandung makna, baik yang tereksplisitkan di permukaan, maupun yang tersembunyi di kedalaman simbol, warna, garis, dan sebagainya.
Baca Juga: Ikuti Paus Fransiskus, Joko Widodo Pulang ke Bogor Gunakan Innova Zenix
Dalam konteks inilah, pembacaan atas lukisan Denny JA melalui pendekatan hermeneutik menjadi relevan untuk mengungkap makna tersembunyi di balik lukisan tersebut.
Hermeneutika secara sederhana dapat dipahami sebagai teori penafsiran. Kekhasan hermeneutika adalah model penafsirannya yang tidak harfiah dan berhenti di permukaan, melainkan berupaya menyingkap makna tersembunyi di balik sebuah teks.
**Menafsir Lukisan Denny JA**
Baca Juga: Pastor Markus Solo Kewuta Sosok Dibalik Penerjemah Paus Fransiskus
Merujuk pada Paul Ricoeur, yang dimaksud teks dalam diskursus hermeneutika tidak selalu berwujud tulisan. Teks yang dimaksud dalam diskursus hermeneutika mencakup juga karya seni seperti lukisan. Menurut Ricoeur, lukisan sebagai obyek penafsiran hermeneutik, tidaklah bersifat otonom.