DECEMBER 9, 2022
Kesehatan dan Kuliner

Akhirnya FK Undip dan RS Kariadi Minta Maaf dan Akui Ada Perundungan dan Pungutan Rp40 Juta di PPDS Anestesi

image
Dekan Fakultas Kedokteran Undip Semarang Yan Wisnu Prajoko. (ANTARA/I.C. Senjaya)

SPORTYABC.COM – Setelah sempat tidak mengakui akhirnya Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi meminta maaf terkait kasus perundungan dan adanya pungutan di Program Pendidikan Dokter Spesialis anestesi. atau PPDS Anestesi

Pengakuan ini disampaikan oleh Dekan FK Undip Yan Wisnu Prajoko dalam jumpa media di kampus FK Undip Tembalang, Semarang, Jumat 13 September 2024.

"Saya sampaikan hari ini, kami menyadari sepenuhnya menyampaikan dan mengakui bahwa di dalam sistem pendidikan Dokter Spesialis di internal kami terjadi praktek atau kasus perundungan dalam berbagai bentuk dan derajat dan hal," kata Dekan FK Undip Yan Wisnu Prajoko saat konferensi pers di kampus FK Undip Tembalang Semarang, Jumat 13 September 2024

Baca Juga: ORASI DENNY JA: Sisi Ekonomi Gerakan Lingkungan Hidup dan Green Religions

"Dengan demikian kami memohon maaf kepada masyarakat, Kementerian Kesehatan, Kemendikbudristek dan kepada Komisi IX, Komisi X DPR RI, dimana masih ada kekurangan kami di dalam menjalankan proses pendidikan Dokter Spesialis," kata Yan Wsinu Prajoko menambahkan

Dekan Yan Wisnu Prajoko juga mengakui adanya perundungan berupa iuran Rp20 hingga 40 juta per semester di PPDS anestesi.

Dimana pungutan tersebut mewajibkan mahasiswa baru PPDS Undip membayar iuran makan selama 1 semester atau 6 bulan.

Baca Juga: Inilah Menu Sehat dan Bergizi ala Warga Belanda

Yan Wisnu Prajoko mengakui pungutan uang para junior ini digunakan untuk kebutuhan mahasiswa baru dan para seniornya selama menjalani PPDS di RSUP dr Kariadi.

Dirinya mengatakan ada sekitar 7 sampai belasan mahasiwa baru yang masuk dalam program PPDS Anestesi Undip setiap semesternya.

"Jadi kalau di anestesi l, di semester 1 mereka per bulan satu orang Rp 20-40 juta untuk 6 bulan pertama. Untuk gotong royong konsumsi, tapi nanti ketika semester 2, nanti gantian yang semester 1 terus begitu, jadi semester 2 tidak itu lagi," kata Yan Wisnu Prajoko.

Baca Juga: Inilah Manfaat Buah Kiwi yang Kaya Nutrisi bagi Kesehatan Tubuh

Selain uang makan, iuran dari mahasiswa semester 1 itu digunakan untuk membayar operasional lainnya seperti menyewa mobil hingga membayar kos.

Halaman:

Berita Terkait