LSI Denny JA Rilis Capaian 10 Tahun Presiden Joko Widodo di Bidang Sosial
- Penulis : Rhesa Ivan
- Senin, 30 September 2024 15:40 WIB

Cara SPI Mengukur Kemajuan Indonesia di Masa Pemerintahan Jokowi
Direktur LSI Denny JA, Denny Januar Ali mengatakan, peningkatan skor Indonesia dari 61,65 pada tahun 2014 menjadi 67,22 pada tahun 2023 mencerminkan perbaikan dalam berbagai indikator kesejahteraan sosial.
Menurutnya, kenaikan peringkat Indonesia dalam SPI dari posisi 92 ke 80, menunjukkan bahwa Indonesia berhasil meningkatkan standar hidup, meskipun tantangan masih ada.
Beberapa faktor kunci yang berkontribusi pada peningkatan ini yakni, pertama, Akses pada Pendidikan.
"Program pemerintah seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) membantu meningkatkan partisipasi pendidikan di kalangan masyarakat miskin," ujarnya.
Kedua, Layanan Kesehatan. Hal ini berkaitan dengan adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memperluas akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat miskin.
Baca Juga: Denny JA Bentuk KEA, Wadah bagi Kreator di Era AI yang Segera Terbentuk dari Sumatra hingga Papua
Ketiga, Perbaikan Infrastruktur Sosial berkaitan dengan investasi besar dalam infrastruktur seperti pembangunan jalan dan fasilitas umum meningkatkan akses layanan dasar bagi masyarakat.
Namun, Denny mengatakan meskipun ada peningkatan dalam SPI, beberapa tantangan masih ada di antaranya ketimpangan sosial yang terjadi di luat Pulau Jawa dan kerusakan lingkungan akibat pengelolaan sumber daya alam.
LSI Denny JA merilis bahwa pada tahun 2023, Indonesia berada di peringkat 80 dari 163 negara. Meskipun peringkat ini menunjukkan peningkatan, Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.
Baca Juga: Orasi Denny JA: Forum untuk Mulai Berkarya dengan Asisten Artificial Intelligence
"Namun, dibandingkan dengan negara-negara yang memiliki PDB serupa, Indonesia menunjukkan performa yang cukup baik dalam hal kesejahteraan sosial," jelas Direktur LSI Denny JA, Denny Januar Ali.***