Denny JA: Jokowi dan Prabowo, Hubungan Unik dalam Politik Indonesia
- Penulis : Rhesa Ivan
- Senin, 21 Oktober 2024 11:11 WIB

Contoh lainnya adalah hubungan antara Nelson Mandela dan F.W. de Klerk di Afrika Selatan.
Awalnya, mereka berada di sisi yang berseberangan. Mandela sebagai pemimpin gerakan anti-apartheid dan de Klerk sebagai presiden rezim apartheid.
Lalu mereka bekerja sama untuk mengakhiri apartheid. Kolaborasi ini tidak hanya membawa perubahan besar bagi Afrika Selatan, tetapi juga memberi keduanya Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1993.
Baca Juga: Denny JA: Ekonomi Indonesia Naik Dua Peringkat Dunia Selama 10 Tahun Jokowi Memerintah
-000-
Kisah Jokowi dan Prabowo adalah salah satu babak paling menarik dalam sejarah politik Indonesia modern. Dari persaingan sengit dalam dua Pilpres hingga akhirnya bekerja sama dalam pemerintahan.
Mereka memberikan contoh bagaimana dinamika politik yang keras dapat berubah menjadi kolaborasi yang bermanfaat bagi bangsa.
Baca Juga: Jokowi Akan Terima Medali Kehormatan Loka Praja Samrakshana dari Kapolri
Bahkan, drama di Pilpres 2024, di mana Jokowi mendukung Prabowo melawan capres dari partainya sendiri, hanya menambah daya tarik dari narasi ini.
Ini adalah contoh nyata bahwa politik tidak harus selalu tentang perseteruan permanen, tetapi dapat berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar: kerja sama untuk kepentingan yang lebih luas.
Kisah ini akan dikenang sebagai salah satu buah paling manis dari coopetition dalam sejarah politik Indonesia. Ia memberikan pelajaran penting bahwa kadang politik itu bisa lebih dari fiksi, melahirkan peristiwa yang tak terbayangkan.
Baca Juga: LSI Denny JA Sebut Tingkat Kepuasan Gen Z terhadap Jokowi 85,9 Persen
Jakarta, 21 Oktober 2024 ***