Gegara Pemain Kunjungi Bar dan Tonton Tarian Striptis, Presiden Federasi Sepak bola Brunei Dipecat
- Penulis : Rhesa Ivan
- Senin, 25 November 2024 16:09 WIB

SPORTYABC.COM – Presiden Federasi Sepak bola Brunei Darussalam (FABD) Haji Feisal bin Eusoff Patail secara mengejutkan dipecat dari jabatannya karena skandal pemain yang menonton tari telanjang atau striptis.
Pemecatan tersebut atas perintah Sultan Brunei Hassanal Bolkiah pada Sabtu 23 November 2024, hal ini dilakukan karena FABD yang bertanggung jawas atas insiden mengunjungi bar dan menonton tari striptis.
Hal tersebut dalam pemberitaan Borneo Bulletin edisi Sabtu 23 November 2024 dimana Kementerian Pemuda dan Olahraga Brunei Darussalam pun menyetujui pemecatan tersebut.
Baca Juga: ASEAN Cup U19 2024: Singapura Sukses Sikat Brunei Darussalam
"Atas perintah Yang Mulia Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah ibni Al-Marhum Sultan Haji Omar 'Ali Saifuddien Sa'adul Khairi Waddien, Sultan dan Yang Di-Pertuan Brunei Darussalam, Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga dengan ini mengumumkan bahwa Yang Mulia telah memerintahkan agar Haji Feisal bin Haji Eusoff Patail dicopot dari jabatan Presiden Asosiasi Sepak Bola Brunei Darussalam dengan efek langsung.
Setelah itu, tindakan hukum akan diambil terhadapnya karena menantang wewenang Yang Mulia." Demikian tulis Borneo Bulletin.
Dalam pemberitaan tersebut dinyatakan keputusan Sultan Hassanal Bolkiah ini berlaku mulai 23 November 2024 usai dilakukan investigasi oleh pemerintah.
Baca Juga: Liga Italia: Inter Milan Melawan Napoli Tuntas Tanpa Pemenang
Sebelumnya, beredar luas di media sosial pemain timnas Brunei mengunjungi sebuah bar seusai pertandingan uji coba melawan Rusia di Krasnodar pada 15 November. Dikutip dari Gazeta Eskpress, pemain timnas Brunei hadir di klub striptis bersama rekannya. Mereka minum-minuman keras, merokok, dan berjoget.
Insiden ini membuat pemerintah Brunei Darussalam melakukan investigasi, Kementerian Budaya, Pemuda dan Olahraga Brunei Darussalam (MYCS) akan menindak tegas semua pihak yang terlibat.
Sejauh ini belum ada keputusan dari Kementerian tersebut kepada pemain yang terlibat. Hukuman baru diberiukan kepada Presiden FABD sebagai otoritas tertinggi sepak bola negara tersebut.
Baca Juga: Puteri Indonesia, Sophie Kirana Masuk Lima Besar Miss International 2024
Namun tindakan pemerintah Brunei Darussalam ini menimbulkan sanksi dari FIFA. Karena FABD merupakan badan otonom di lingkup sepak bola yang tidak boleh diintervensi oleh pemerintah setempat. ***