DECEMBER 9, 2022
Kesehatan dan Kuliner

Kemkes Catat Lebih dari 777 Warga Indonesia Ikut Cek Kesehatan Gratis

image
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sebuah kegiatan (Kemkes.go.id)

 

SPORTYABC.COM – Kementerian Kesehatan RI catat per 16 Maret 2025, program Cek Kesehatan Gratis telah menarik lebih dari 777 ribu pendaftar dari 9.285 Puskesemas di 502 kabupaten/kota di 38 propinsi di seluruh Indonesia.

Capaian ini mencerminkan tingginya animo dan partisipasi masyrakat terhadap layanan Cek Kesehatan Gratis yang disediakan oleh pemerintah.

Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Diluncurkan, Ini Cara Mendaftar Ketika Berulang Tahun

Selama periode 10 Februari hingg 15 Maret 2025 tercatat 20 kabupaten/kota dengan tngkat kehadiran tertinggi, dimana Kabupaten Lamongan tempati posisi pertama dengan 27,284 peserta disusul Mojokerto dengan 24.361 peserta dan Kota Semarang dengan 19,997 peserta.

Terkait hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tegaskan bahwa Cek Kesehatan Gratis merupakan salah satu inisiatif kesehatan terbesar yang pernah dilaksanakan Kementerian Kesehatan RI.

Program ini ditargetkan untuk menjangkau lebih dari 280 juta masyarakat Indonesia dengan tujuan meningkatkan kualitas kesehatan secara menyeluruh.

Baca Juga: Komdigi akan Keluarkan Aturan Pemerintah Mengenai Batas Usia Akses Sosial Media

Lewat program Cek Kesehatan Gratis ini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan pemeriksaan kesehatan mulai dari Skirining penyakit jantung dan kanker hingga pemeriksaan kesehatan mental.

Secara khusus, Cek Kesehatan Gratis ini berikan perhatian lebih kepada ibu hami dan balita dengan pemeriksaan dini untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan sejak awal.

"Khususnya bagi ibu hamil dan Balita, program ini menyediakan pemeriksaan kesehatan yang sangat penting untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini," ujar Menkes, sebagaimana dilansir dari laman Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan 26 Maret – 8 April Sekolah Libur Lebaran 2025

Program Cek Kesehatan Gratis disusun berdasarkan siklus hidup masyarakat dengan berfokus pada tia momentum utama, ulang tahun, sekolah, serta pemeriksaan khusus bagi ibu hamil dan balita.

Sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025, pemeriksaan bagi masyarakat usia 0-16 tahun dan 18 tahun ke atas dilakukan sesuai tanggal ulang tahun masing masing individu.

Namun mulai Juli 2025, Cek Kesehatan Gratis diperluas ke lingkungan sekolah dengan menyasar anak usia 7 hingga 17 tahun untuk pastikan pemeriksaan kesehatan rutin bagi siswa

Baca Juga: Inilah 3 Cara Cek Jadwal Commuter Line Jabodetabek 2025

Sementara itu, pemeriksaan bagi ibu hamil dan balita akan dilakukan di Puskesmas dan Posyandu mencakup skrining hormon, deteksi penyakit jantung bawaan, pemeriksaan gigi serta kesehatan mata, telinga dan tekanan darah.

Bagi orang dewasa dan lansia, program ini dititik beratkan pada pemeriksaan risiko stroke, kanker, serta kesehatan mental dan fisik

Selain itu, program Cek Kesehatan Kesehatan ini mencakup skrining kesehatan jiwa sejak usia sekolah dasar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan menta

Baca Juga: Hampir 200 Ribu Warga Indonesia Mengikuti Cek Kesehatan Gratis, Mayoritas dengan Usia Ini

Program Cek Kesehatan Gratis ini juga mencakup skrining kesehatan jiwa yang menyasar mulai dari tingkat sekolah dasar.

"Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental yang sering kali terabaikan," ucap Menkes.

Terkait hal ini, Waki Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto bahwa target pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis akan terus ditingkat.

Baca Juga: GKI Camar Kota Bekasi Gelar Ibadah Rabu Abu

Saat ini Kemkes targetkan 50 ribu pemeriksaan per hari yang diharapkan dapat meningkatkan menjadi 100 ribu hingga capai 300 ribu pemeriksaan per hari untu mencapai 100 juta pemeriksaan setiap tahunnya.

"Lamongan, Mojokerto, Semarang, Jember, Demak berhasil karena ada instruksi kepala daerahnya jelas, kemudian data-data nya juga bagus, ada data yang diberikan dari pimpinan wilayah, Kades atau Lurah," kata Bima. ***

Halaman:
Sumber: Kemkes.go.id

Berita Terkait