DECEMBER 9, 2022
Internasional

Gempa Myanmar: Indonesia Kirim Tim Satgas Kemanusiaan, Bantu Korban Gempa Selama 1 Bulan

image
Apel kesiapan tim Satgas Kemanusiaan yang akan diberangkatkan ke Mynamar melalui Lanud Halim Perdanakusuman, Cililitan, Jakarta TImur, Selasa 1 April 2025 (Antara / Walda Marison)

Suharyanto sendiri mengatakan bahwa mereka memiliki tugas masing masing yang sudah terkoordinasi sebelumnya.

Jenderal bintang tiga ini menambahkan bahwa Satgas Kemanusiaan ini akan bertugas di Myanmar selama satu bulan penuh.

"Kenapa sebulan? Ini pengalaman berdasarkan di tempat-tempat lain. Kalau waktu di gempa Turki itu 3 minggu. Setelah itu, pemerintah negara yang bencana sudah bisa mengambil alih, karena sudah normal, sehingga kita bisa kembali," ujar Suharyanto. 

Baca Juga: Gempa Myanmar: KBRI Bangkok Buka Layanan Telepon Darurat

Para rombongan Satgas Kemanusiaan ini berangkat dengan menumpang pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) Boeing 747.

Sebagaimana diberitakan, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan kirim 12 ton bantuan logistik dan personel TNI menggunakan pesawat Hercules untuk memmbantu korban gempa Myanmar.
Bantuan tersebut berasal dari TNI, Basarnas, Baznas, serta beberapa elemen pemerintah dan masyarakat. 

Terkait hal ini Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengatakan, bantuan yang dikirim mencakup berbagai kebutuhan dasar bagi para korban.

Baca Juga: Gempa Myanmar: Sejumlah Negara Siap Bantu Dua Negara ASEAN yang Terdampak Gempa 7.7 Magnitudo

"Bantuan yang dikirimkan berupa tenda, kemudian juga makanan, kemudian selimut, obat-obatan, dan kebutuhan lain yang berkaitan dengan medis," ujar Donny, saat melepas bantuan kemanusiaan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin 31 Maret 2025

Wamen Donny Ermawan juga  menjelaskan, pengiriman bantuan ini dilakukan atas perintah Presiden Prabowo Subianto. 

Bantuan tersebut dikirim dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, sebelum diterbangkan oleh TNI AU ke Bandara Naypyidaw, Myanmar. ***
 

Baca Juga: Gempa Myanmar: Terbaru, 300 Orang Masih Hilang, 3.400 Terluka

Halaman:

Berita Terkait