Gempa Myanmar: Indonesia Kirim Tim Satgas Kemanusiaan, Bantu Korban Gempa Selama 1 Bulan
- Penulis : Rhesa Ivan
- Selasa, 01 April 2025 11:35 WIB

SPORTYABC.COM – Pemerintah Indonesia kirimkan Satuan Tugas atau Satgas Kemanusiaan ke Myanmar untuk membantu korban gempa bumi pada Selasa 1 April 2025
Satgas Kemanusiaan ini berangkat dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Cilitian, Jakarta Timur yang terdiri dari 73 orang,
Baca Juga: Gempa Myanmar: KBRI Bangkok Buka Layanan Telepon Darurat
Keberangkatan Satgas Kemanusiaan ke Myanmar ini dilepas oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.
Kepala BNPB Suhryanto dalam jumpa pewarta di Lanud Halim Perdanakusuman, Cililitan, Jakarta Timur mengatakan bahwa bantuan dari Indonesia bisa berkontribsi dalam membantu penderitaan masyarakat Myanmar yang tengah menderita.
"Tentu saja dengan bantuan baik personel, kesehatan, maupun logistik, paling tidak Indonesia bisa sangat berkontribusi untuk membantu penderitaan masyarakat Myanmar yang sedang menderita," kata Suharyanto
Baca Juga: Gempa Myanmar: Sejumlah Negara Siap Bantu Dua Negara ASEAN yang Terdampak Gempa 7.7 Magnitudo
Suharyanto mengeklaim bahwa Satgas Kemanusiaan yang dikirim Indonesia sejauh ini adalah yang paling lengkap dibandingkan negara lain, dan hal ini dirasa menjadi suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia.
"Dan sebagai informasi, yang lengkap ada tim kesehatannya, ada tim pencarian pertolongannya, ada logistiknya, ya sejauh ini baru Indonesia," ujar dia.
"Kita patut bangga bahwa pemerintah Indonesia sangat peduli pada masyarakat negara lain yang sedang tertimpa bencana," tambah dia.
Baca Juga: Gempa Myanmar: Terbaru, 300 Orang Masih Hilang, 3.400 Terluka
Satgas Kemanusiaan yang dikirim ke Myanmar berasal dari BNPB, Badan SAR (Basarnas) Baznas, Kemlu dan personel TNI.
Suharyanto sendiri mengatakan bahwa mereka memiliki tugas masing masing yang sudah terkoordinasi sebelumnya.
Jenderal bintang tiga ini menambahkan bahwa Satgas Kemanusiaan ini akan bertugas di Myanmar selama satu bulan penuh.
Baca Juga: Gempa Myanmar: Indonesia Kirim Bantuan Makanan, Obat-obatan dan Personel TNI
"Kenapa sebulan? Ini pengalaman berdasarkan di tempat-tempat lain. Kalau waktu di gempa Turki itu 3 minggu. Setelah itu, pemerintah negara yang bencana sudah bisa mengambil alih, karena sudah normal, sehingga kita bisa kembali," ujar Suharyanto.
Para rombongan Satgas Kemanusiaan ini berangkat dengan menumpang pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) Boeing 747.
Sebagaimana diberitakan, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan kirim 12 ton bantuan logistik dan personel TNI menggunakan pesawat Hercules untuk memmbantu korban gempa Myanmar.
Bantuan tersebut berasal dari TNI, Basarnas, Baznas, serta beberapa elemen pemerintah dan masyarakat.
Baca Juga: Gempa Myanmar: Terbaru, 2.056 Meninggal dan 3.900 Terluka
Terkait hal ini Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengatakan, bantuan yang dikirim mencakup berbagai kebutuhan dasar bagi para korban.
"Bantuan yang dikirimkan berupa tenda, kemudian juga makanan, kemudian selimut, obat-obatan, dan kebutuhan lain yang berkaitan dengan medis," ujar Donny, saat melepas bantuan kemanusiaan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin 31 Maret 2025
Wamen Donny Ermawan juga menjelaskan, pengiriman bantuan ini dilakukan atas perintah Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Gempa Myanmar: TNI AL Siapkan KRI Radjiman Wedyodinigrat-992 untuk Bantuan Kemanusiaan
Bantuan tersebut dikirim dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, sebelum diterbangkan oleh TNI AU ke Bandara Naypyidaw, Myanmar. ***