Album Penyair SATUPENA dengan Artificial Intelligence: Pengantar Buku Puisi dan Album Lagu dari Denny JA
- Penulis : Rhesa Ivan
- Rabu, 03 Juli 2024 11:30 WIB

Rekaman ini menampilkan vokal Lennon dan permainan piano yang sederhana. Pada pertengahan 1990-an, sebagai bagian dari proyek Anthology, para anggota The Beatles yang tersisa—Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr—berusaha untuk mengembangkan demo ini menjadi lagu yang lengkap.
Mereka berhasil menyelesaikan dua lagu lain dari demo Lennon. Yaitu “Free as a Bird" dan "Real Love.” Tetapi "Now and Then" tidak berhasil diselesaikan karena berbagai masalah teknis dan kualitas rekaman yang buruk.
Teknologi AI pertama kali digunakan oleh sutradara Peter Jackson dalam film dokumenter "Get Back" (2021). AI digunakan untuk memisahkan suara John Lennon dari rekaman kaset lama yang berkualitas buruk. Teknik ini memungkinkan isolasi vokal Lennon dari latar belakang suara lainnya.
Baca Juga: Drawing Kualifikasi Piala Asia U17 2025: Indonesia Masuk Grup Maut Bersama Australia dan Kuwait
AI yang digunakan dalam proyek ini dilatih untuk mengenali dan mengisolasi elemen suara tertentu. Misalnya, suara vokal John Lennon—untuk dibedakan dari instrumen lainnya.
Ini melibatkan pelatihan neural network yang dapat membedakan antara berbagai jenis suara dalam rekaman dan memurnikan suara yang diinginkan.
Setelah isolasi vokal yang bersih diperoleh, McCartney dan tim produksi dapat menggabungkan vokal ini dengan instrumen yang dimainkan oleh anggota The Beatles yang masih hidup.
Baca Juga: Drawing Kualifikasi Piala Asia U20 2025: Indonesia Terhindar dari Lawan Berat
Mereka menggunakan teknik mixing modern untuk menciptakan sebuah rekaman yang terdengar alami dan kohesif.
Dengan menggunakan teknologi AI, Paul McCartney dan Ringo Starr dapat menyelesaikan lagu ini.
-000-
Baca Juga: ASEAN Cup U16 2024: Nova Arianto Debut, Timnas Indonesia Bantai Singapura
“Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) bukan sekadar sebuah kemajuan, namun merupakan perubahan paradigma. AI memiliki potensi untuk mengubah industri musik menjadi ekosistem yang dinamis.”