Album Penyair SATUPENA dengan Artificial Intelligence: Pengantar Buku Puisi dan Album Lagu dari Denny JA
- Penulis : Rhesa Ivan
- Rabu, 03 Juli 2024 11:30 WIB

Saya teks bro Akmal di WA japri: “Bro, saya memilih gaya musik yang lebih lambat, yang dinyanyikan wanita dengan menyentuh hati.” Akmal pun mengubah aransemen lagu sesuai permintaan saya.
-000-
Artificial Intelligence (AI) tidak hanya merupakan alat teknologi, tetapi juga kekuatan transformasional yang mengubah berbagai aspek industri musik.
Baca Juga: Drawing Kualifikasi Piala Asia U17 2025: Indonesia Masuk Grup Maut Bersama Australia dan Kuwait
Berikut tiga isu besar di mana AI akan mengubah industri musik di masa depan:
*1. Demokratisasi Penciptaan Musik*
Musik telah lama menjadi medium ekspresi kreatif yang, sampai sekarang, sering kali terbatas pada mereka yang memiliki keterampilan teknis dan pelatihan formal.
AI mengubah dinamika ini. Ia menjadikan musik lebih inklusif dan aksesibel bagi siapa saja, terlepas dari latar belakang atau kemampuannya.
Baca Juga: Drawing Kualifikasi Piala Asia U20 2025: Indonesia Terhindar dari Lawan Berat
AI menyediakan alat yang memungkinkan siapa saja untuk menciptakan musik dengan mudah. Platform seperti Amper Music, Udio, dan AIVA memungkinkan pengguna untuk menghasilkan melodi, harmoni, dan bahkan aransemen lengkap dengan sedikit usaha.
Ini memungkinkan individu yang sebelumnya tidak memiliki akses atau kemampuan teknis untuk mengekspresikan diri mereka melalui musik. Kreativitas menjadi lebih inklusif, memungkinkan lebih banyak suara dan perspektif baru masuk ke dalam ekosistem musik.
Dengan AI, lebih banyak orang akan dapat berpartisipasi dalam pembuatan musik, yang akan memperkaya keragaman kreatif dan membawa inovasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Musik tidak lagi menjadi domain eksklusif, tetapi milik semua orang.
Baca Juga: ASEAN Cup U16 2024: Nova Arianto Debut, Timnas Indonesia Bantai Singapura
*2. Kolaborasi Kreatif yang Lebih Dalam*