DECEMBER 9, 2022
News

Album Penyair SATUPENA dengan Artificial Intelligence: Pengantar Buku Puisi dan Album Lagu dari Denny JA

image
Album lagu pertama yang diciptakan artificial intelligence dengan lirik para penyair satupena jakarta oleh Denny JA.(Sportyabc/Kiriman)

Demikianlah artikel dari Majalah Forbes, 5 Des 2023: Orchestrating The Future—AI In The Music Industry. (1)
Tulis Forbes: “AI mencakup semua aspek industri. Dari cara musik diciptakan dan diproduksi hingga cara musik dikonsumsi dan dinikmati. AI membantu musisi untuk menulis, merekam, dan mencampur musik dengan lebih efisien dan kreatif.”

“AI juga digunakan untuk mempersonalisasi pengalaman mendengarkan musik bagi para penggemar dan untuk menemukan artis serta genre baru.”

Di era teknologi yang semakin maju, kolaborasi antara seni dan teknologi membuka banyak kemungkinan baru. Salah satu perkembangan menarik, AI membantu penyair melihat puisi mereka berubah menjadi lagu.

Baca Juga: Drawing Kualifikasi Piala Asia U17 2025: Indonesia Masuk Grup Maut Bersama Australia dan Kuwait

Maka penyair seperti Denny JA, Akmal Nasery Basral, Eka Budianta, Sari Narulita, Linda Djalil, Menur Hayati Adiwiyono, Nia Samsihono, Dwi Sutarjantono, Ellyviani Ekaputri Wulandari, Yudha Kurniawan, Pipiet Senja, Masya Firdaus, Dyah Tinggeng, Della Red Pradipta, dan H. Abustan, kini memiliki album lagu bersama.
Akmal Nasery Basral berkolaborasi dengan AI bereksperimen mengubah puisi menjadi lagu.

Dalam proyek ini, AI digunakan untuk mengkomposisi musik yang sesuai dengan emosi dan tema dari puisi.
Proses ini melibatkan analisis mendalam terhadap kata-kata dalam puisinya. Akmal perlu memahami ritme, intonasi, dan pesan yang ingin disampaikan. AI kemudian mengaransemen musik yang tidak hanya mendukung tetapi juga memperkaya makna dari kata-kata tersebut.

Nia Samsihono, yang memimpin proyek ini sebagai Ketua Satupena Jakarta, memainkan peran kunci. Ia mengkoordinasikan kolaborasi para penyair agar lahir sebuah karya yang unik.

Baca Juga: Drawing Kualifikasi Piala Asia U20 2025: Indonesia Terhindar dari Lawan Berat

Ini karya yang tak pernah terjadi dalam sejarah Indonesia sebelumnya. Para penyair mendengar puisinya menjadi lagu dengan bantuan Artificial Intelligence.

Album lagu ini tidak hanya menghasilkan karya seni baru. Ia juga mengeksplorasi batas-batas kreativitas manusia dan teknologi.

Untuk puisi saya, beberapa kali Akmal mencari gaya musik yang sesuai. Puisi saya agak sedih tentang penganut agama minoritas yang dipersekusi. Anak kecil itu bertanya pada ibunya: “Siapa Yang Membela Kita?”

Baca Juga: ASEAN Cup U16 2024: Nova Arianto Debut, Timnas Indonesia Bantai Singapura

Pada awalnya saya mendapatkan gubahan lagu yang menghentak untuk puisi saya itu. Ini gaya musik soal kepedihan yang enerjik.

Halaman:
Sumber: kiriman

Berita Terkait