Ziarah untuk Wartawan yang Dibunuh dan Kisah Rumah Sakit Jiwa: Pengantar Buku Puisi Esai Jonminofri dari Denny JA
- Penulis : Rhesa Ivan
- Minggu, 07 Juli 2024 11:06 WIB

yang mengulas berita soal daging, mutasi, dan kain.
Kini berita yang ditulis menyangkut reputasi partai yang menang pemilu kemarin. Jadi tak bisa main-main."
Rudi menulis soal partai politik yang menang pemilu. Tak dijelaskan ini pemilu yang mana, tahun berapa. Namun "ujung pena" Rudi sudah menjadi berita utama.
"Media lain ikut menulis ulang, dan berita itu menjadi bertambah besar.
Presiden dan petinggi partai sudah berkali-kali membantah. Berita yang ditulis Rudi tidak benar, tidak valid,
hanya isapan jempol, fitnah, hanya ingin mengadu domba, dan tuduhan negatif lain.
Sekarang semua media sudah memainkan isu itu.
Rudi merasa dialah yang dicari.
Baca Juga: ASEAN Cup U16 2024: Kalahkan Vietnam, Timnas Indonesia Juara Tiga
Ia yang memulai melempar isu itu di koran,
yang kemudian menjadi bola liar di media sosial."
Rudi menjadi panik sendiri. Setiap kali ada orang tak dikenal datang ke rumahnya, ia langsung menduga ini skenario yang bisa berujung pada pembunuhannya.
Baca Juga: Muhammad Zahaby Gholy Raih Penghargaan Pemain Terbaik ASEAN Cup U16 2024
Sebagian teman dan keluarga merasa Rudi sudah paranoid. Ia sudah berilusi, berhalusinasi sendiri. Tapi Rudi merasa tak lagi bisa berlagak situasi baik-baik saja.