Ziarah untuk Wartawan yang Dibunuh dan Kisah Rumah Sakit Jiwa: Pengantar Buku Puisi Esai Jonminofri dari Denny JA
- Penulis : Rhesa Ivan
- Minggu, 07 Juli 2024 11:06 WIB

-000-
Tapi ketika isunya soal kekuasaan, soal skandal penguasa, terutama di negara yang tidak demokratis, investigative report menjadi bahaya. Ia acapkali bisa berujung pada hidup dan mati wartawan yang menulis isu itu.
Di Malta, sebuah negara kecil di Mediterania, seorang jurnalis berjuang mengungkap apa yang ia anggap sebagai kebusukan. Namanya Daphne Caruana Galizia. Ia dikenal luas sebagai jurnalis investigatif yang tak kenal takut.
Ia mengabdikan hidupnya untuk membongkar korupsi dan skandal yang melibatkan tokoh-tokoh berkuasa. Pada 16 Oktober 2017, ia dibunuh dalam ledakan mobil yang mengejutkan dunia.
Caruana Galizia adalah seorang blogger dan kolumnis yang berdedikasi. Ia kerap menulis tentang kasus-kasus korupsi yang melibatkan pemerintah Malta.
Artikelnya sering menyingkap hubungan gelap antara pejabat tinggi dan organisasi kriminal. Ia mengkritik kebijakan pemerintah dan menuduh sejumlah pejabat terlibat dalam praktik korupsi dan pencucian uang.
Baca Juga: ASEAN Cup U16 2024: Kalahkan Vietnam, Timnas Indonesia Juara Tiga
Salah satu investigasi terpentingnya adalah tentang **Panama Papers**. Caruana Galizia menyoroti keterlibatan politisi Malta dalam skandal ini.
Ia mengungkapkan bagaimana beberapa pejabat menggunakan perusahaan cangkang untuk menyembunyikan kekayaan mereka. Temuannya mengguncang panggung politik Malta dan membuat banyak musuh.
Pagi itu, Daphne Caruana Galizia meninggalkan rumahnya di Bidnija. Saat dia mengendarai mobilnya, ledakan dahsyat menghancurkan kendaraan tersebut. Serangan ini sangat terencana dan brutal. Gelombang kejut melanda Malta, dan dunia pun terguncang.
Baca Juga: Muhammad Zahaby Gholy Raih Penghargaan Pemain Terbaik ASEAN Cup U16 2024
Pembunuhan ini menimbulkan protes dan kemarahan internasional. Banyak pihak menuntut keadilan bagi Caruana Galizia.