DECEMBER 9, 2022
News

Menangnya Gerakan Katakan tidak kepada Keharusan Berjilbab: Inilah Pandangan Denny JA

image
Pandangan Denny JA soal menangnya "Gerakan Katakan Tidak pada Kewajiban Berjilbab" di Iran (sportyabc.com/Kiriman)

Oleh : Denny JA
SPORTYABC.COM -
“Iman atas agama atau keyakinan atas satu pandangan hidup tidak bisa dipaksakan oleh hukum. Sikap itu tak  bisa ditekan dari luar.”

“Keyakinan pada pandangan hidup haruslah menjadi pilihan bebas yang dipilih secara sadar oleh individu yang bersangkutan. Ia harus tumbuh di hati individu tersebut, bukan dipaksa oleh hukum negara atau petinggi agama.”

Pernyataan kuat ini dikatakan oleh Masoud Pezeshkian. Ketika itu, ia mencalonkan diri sebagai presiden Iran tahun 2024.

Baca Juga: Piala Eropa 2024: Penyerang Juventus dan Timnas Italia ini Pengen Banget ke Indonesia

Lebih jauh lagi, Masoud mengatakan wanita di Iran harus dibebaskan untuk memilih sendiri apakah ingin memakai jilbab atau tidak. Negara tidak bisa memaksakan itu secara hukum. 

Pilihan dalam sikap agama haruslah menjadi pilihan individual dari hati masing-masing.

Pernyataan dari Masoud ini seketika menjadi viral dan hot topic dalam debat calon presiden.

Baca Juga: 164 Wartawan Jadi Pelaku Judi Online, Pendiri AJI Prihatin

Masoud seketika menjadi top isu. Sikapnya sangat berbeda dari berbagai pemimpin mainstream di Iran waktu itu. 

Isu jilbab segera menjadi top isu dalam debat presiden di Iran. Ini sangat unik. Tak pernah terjadi di bagian dunia lainnya, memakai  jilbab atau tidak, wajib atau tidak, menjadi top isu dalam debat calon presiden. 

Pemilu presiden di Iran pun berlangsung. Hasilnya: presiden terpilih yang menang Pemilu adalah Masoud Pezeshkian.

Baca Juga: Diskusi Satupena, Satrio Arismunandar: Sama Seperti Menyanyi, untuk Menyentuh Pembaca, Menulis Harus Berangkat dari Hati

-000-

Halaman:
Sumber: kiriman Denny JA

Berita Terkait