DECEMBER 9, 2022
Kolom

Ketika Orang Pintar Pun Jadi Jongos: Menyambut Pertunjukan Teater di Yogyakarta

image
Sportyabc.com/kiriman

Tetapi itu sebenarnya adalah alegori untuk McCarthyism di Amerika Serikat pada 1950-an. Itu era ketika begitu banyak seniman, intelektual dan politisi yang diburu karena diduga bagian dari jaringan komunisme. Perburuan atas komunis (diduga) abad 20 itu mirip seperti perburuan atas penyihir (diduga) abad 17.

Miller memakai cerita tentang John Proctor, seorang petani yang dituduh sebagai penyihir tanpa bukti konkret. Ini untuk mengkritik paranoia yang menghancurkan kehidupan individu.

Pesan utama dari "The Crucible" adalah peringatan terhadap bahaya dari ketakutan kolektif. Ketidak adilan dapat terjadi ketika masyarakat dipenuhi kebencian plus prasangka, walau tidak berdasar.

Lalu The Jongos dan Hakim dalam teater Indra Trenggono dan Isti Nugroho ini simbolisme dari peristiwa apa?

Apakah hakim dalam naskah itu untuk mengkritik Mahkamah Konsitusi yang meloloskan Gibran Rakabuming Raka maju di Pilpres 2024?

Apakah The Jongos itu sebagai kritik terhadap kepada pemikir, intelektual yang hanya menjadi babu dari majikan penguasa?

Penonton tentu dapat menjawab dan mengembangkan prasangkanya sendiri.

Teater kritik sosial memang fungsinya memberi umpan bola lambung saja. Penonton sendiri yang harus melanjutkan umpan bola lambung itu. ***

Jakarta, 21 Juli 2024
CATATAN
(1) Teater kritik sosial:
https://www.jstor.org/stable/1125047

Halaman:
Sumber: kiriman Denny JA

Berita Terkait