Inilah Sejarah Masuknya Tenis Meja ke Arena Olimpiade dan Paralimpiade
- Penulis : Rhesa Ivan
- Jumat, 06 September 2024 16:28 WIB

SPORTYAB.COM – Hadirnya Olimpiade Paris 2024 menandai penampilan cabang olahraga tenis meja telah masuki usia ke 10 sejak memulai debutnya pada Olimpiade Seoul 1988.
Hingga Olimpiade Athena 2004 tenis meja dipertandingkan dalam 4 pertandingan yaitu, tunggal putra, ganda putra, tunggal putri dan ganda putri, namun sejak Olimpiade Beijing 2009 nomor ganda diganti dengan nomor beregu.
Namun pada Olimpiade Tokyo 2020 total pertandingan yang dihadrikan menjadi lima dengan adanya nomor ganda campuran
Baca Juga: 31 Medali Emas Tim Para Tenis Meja dipersembahkan Untuk Mendiang David Jacobs
Selain Olimpiade, cabang olahraga tenis meja juga dipertandingkan di Paralimpiade dengan perlombaan pertama digelar pada Olimpiade Roma 1960.
Dari Olimpiade Roma 1960 hingga Olimpiade Motreal 1976 tenis meja hanya mempertandingkan khusus disabilitas kursi roda
Namun kini tenis meja dapat dilakukan dengan para atlet disabilitas dengan berbagai tingkatan dan kekurangan fisiknya dimana ada 11 jenis disabilitas yang boleh mengikuti cabang olahraga tersebut.
Baca Juga: Paralimpiade Paris 2024: Indonesia Raih Medali Perak Pertama
Lalu bagaimana dengan peraturan tenis meja untuk Olimpiade dan Paralimpiade ?
Tujuan permainan tenis meja sangat sederhana : di atas meja dibagi menjadi dua dengan jaring, pemain antar pemain harus bertukar bola dengan menggunakan raket kecil, yang disebut dengan bet.
Pertandingan tunggal dimainkan dalam empat set kemenangan, dengan maksimum tujuh set. Untuk memenangkan satu set, seorang pemain harus mencetak sebanyak sebelas poin.
Baca Juga: Paralimpiade Paris 2024: Indonesia Raih Medali Emas dari Para Badminton
Penting untuk di ingat bahwa, pemenang harus mencetak lebih banyak mencetak poin setidaknya dua poin untuk memenangkan pertandingan.