Berziarah ke Borobudur, Denny JA Terhubung ke Masa Silam
- Penulis : Rhesa Ivan
- Minggu, 08 September 2024 18:19 WIB

“Lapor Bapak, ada candi besar yang tersembunyi di bukit dekat desa Bumisegoro.”
Saya bisa melihat Cornelius bersama tim kecilnya berjuang membuka jalan menuju situs. Tapak itu tertutup oleh pepohonan besar dan tumbuhan liar.
Mereka membawa golok dan kapak, memotong akar-akar yang membelit candi, sedikit demi sedikit membuka lapisan waktu yang telah menyembunyikan keajaiban arsitektur ini selama berabad-abad.
Baca Juga: 4 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Paus Fransiskus Mencuci Kaki Rakyat Kecil Indonesia
Aha! Wow! Mereka menemukan relief-relief yang tertimbun tanah, patung-patung Buddha yang terkubur dalam sunyi, dan stupa-stupa yang mulai muncul dari masa silam.
Cornelius segera melaporkan temuannya kepada Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu, yang sangat tertarik pada sejarah dan kebudayaan Jawa. (1)
Raffles, yang dikenal sebagai seorang sarjana dan penuh rasa ingin tahu, langsung menugaskan Cornelius untuk membersihkan dan menggali candi itu.
Baca Juga: Pesan Denny JA kepada Penyair Payakumbuh agar Tak Campuradukkan Puisi Esai dengan SATUPENA
Dalam kontak spiritual, saya merasakan kehadiran Raffles waktu dia datang mengunjungi Borobudur setelah mendengar laporan Cornelius.
Raffles berdiri di depan candi, kagum oleh kemegahannya, meskipun masih setengah tertutup oleh tanah dan vegetasi.
Dia tahu bahwa yang dia temukan ini bukan hanya sekadar reruntuhan, melainkan sebuah warisan yang sangat berharga.
Baca Juga: ORASI DENNY JA: Dibatalkannya RUU Pilkada dan Pentingnya Kompetisi Politik
Raffles kemudian menulis tentang Borobudur dalam bukunya “The History of Java". Ia menggambarkan keindahan dan kekagumannya terhadap candi ini.