Berziarah ke Borobudur, Denny JA Terhubung ke Masa Silam
- Penulis : Rhesa Ivan
- Minggu, 08 September 2024 18:19 WIB

Raffles mendokumentasikan relief-reliefnya, arsitekturnya, dan nilai sejarahnya, membawa Borobudur kembali ke dalam kesadaran dunia.
Sayangnya, Raffles tidak sempat merestorasi penuh Borobudur. Upaya pembersihan awal yang dikerjakan Cornelius hanyalah langkah pertama.
Meskipun begitu, saya bisa merasakan bahwa inisiatif Raffles telah membuka pintu bagi upaya melestarikan yang lebih besar di masa depan.
Baca Juga: 4 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Paus Fransiskus Mencuci Kaki Rakyat Kecil Indonesia
Berkat dialah dunia kembali mengenal Borobudur, dan candi ini tidak lagi terkubur oleh waktu.
2. Era Pembangunan Borobudur: Kemegahan Syailendra (abad ke-8 sampai ke-9)
Kontak batin membawa saya melayang lebih jauh ke masa lalu, ke abad ke-8 dan ke-9. Itu era ketika Borobudur pertama kali dibangun di bawah kekuasaan Dinasti Syailendra.
Baca Juga: Pesan Denny JA kepada Penyair Payakumbuh agar Tak Campuradukkan Puisi Esai dengan SATUPENA
Saya melihat sekelompok pekerja yang sibuk memahat batu-batu vulkanik menjadi blok-blok yang presisi, tanpa menggunakan semen.
Lebih dari 2 juta blok batu diangkut dan disusun menjadi piramida bertingkat yang megah, dengan stupa-stupa yang menara di puncaknya.
Saya menyaksikan pekerja yang jumlahnya ribuan, bekerja keras di bawah terik matahari, memotong dan mengukir batu, serta mengangkutnya dari lokasi tambang ke situs pembangunan.
Baca Juga: ORASI DENNY JA: Dibatalkannya RUU Pilkada dan Pentingnya Kompetisi Politik
Para arsitek dan insinyur dinasti Syailendra mengawasi pekerjaan ini dengan seksama, memastikan setiap batu ditempatkan dengan tepat, sesuai desain yang rumit dan filosofis.