Berziarah ke Borobudur, Denny JA Terhubung ke Masa Silam
- Penulis : Rhesa Ivan
- Minggu, 08 September 2024 18:19 WIB

Saya tersadar kembali dari perjalanan spiritual ini dengan kesadaran baru tentang Borobudur.
Candi ini bukan hanya bangunan batu yang megah, tetapi juga penjaga cerita dari tiga masa yang berbeda. Borobudur telah melewati banyak fase dalam sejarahnya.
Itu dimulai dengan masa kejayaan di bawah Syailendra, masa terlupakan karena perubahan agama dan alam, sampai masa penemuan kembali oleh Raffles.
Baca Juga: 4 Lukisan Artificial Intelligence Denny JA: Paus Fransiskus Mencuci Kaki Rakyat Kecil Indonesia
Setiap lapisan waktu itu tercetak dalam batu-batunya, reliefnya, dan stupa-stupa yang menjulang. Ketika saya berdiri di puncak Borobudur, melihat ke arah cakrawala, seolah-olah saya berdiri di persimpangan antara masa lalu dan masa kini.
Borobudur, melalui tiga masanya, mengingatkan kita bahwa meskipun waktu terus berjalan, warisan yang ditinggalkan bertahan lebih lama dari usia manusia itu sendiri.
Ketika saya meninggalkan Borobudur, saya membawa serta rasa syukur. Saya bisa menyaksikan dan merasakan keajaiban dari masa lalu yang masih hidup dalam setiap batu dan stupa di candi ini.
Baca Juga: Pesan Denny JA kepada Penyair Payakumbuh agar Tak Campuradukkan Puisi Esai dengan SATUPENA
Borobudur akan selalu menjadi pengingat bahwa masa silam tidak pernah benar-benar mati.
Ia tetap dan selalu hadir. Ia menunggu untuk ditemukan kembali dalam setiap langkah kita menuju pencerahan.***
Ditulis di kereta api dari Yogyakarta menuju Jakarta, 8 September 2024
Baca Juga: ORASI DENNY JA: Dibatalkannya RUU Pilkada dan Pentingnya Kompetisi Politik
(1) Kisah Borobudur ditemukan kembali di era Thomas Raffles, di abad 19:
PBS https://www.pbs.org › boro_mainBorobudur Introduction